BerandaSportSTY Sungguh Kejam

STY Sungguh Kejam

Oleh : Sutan Kalera

DELAPAN TAHUN lalu GBK Senayan, menjadi saksi saat Shin Tae Yong mempermalukan tim sepakbola Indonesia. Tim asuhannya, Korsel membantai tuan rumah Indonesia 4-0 pada laga terakhir penyisihan Piala Asia 2016.

Kisah usang delapan tahun silam, entah masih melayang atau hilang dalam ingatan Sty, tetapi yang pasti peristiwa itu terjadi pada turnamen sepakbola kelompok umur usia -23 Piala Asia.

Kini Sty, di event yang sama usia -23, Piala Asia 2024, berdiri tegak sebagai pelatih Indonesia menghadapi tim negara asalnya, Korsel.

Posisi yang sungguh akan membuat Sty sedikit jengah, bekerja untuk kemenangan Indonesia, dengan resiko mengubur peluang negara asalnya tampil di Olimpiade 2024 di Paris.

Baca Juga :   Komunitas Sepeda Lansia JIS Gerebek Sampah Dalam Jumat Berkah

Sebagai pelatih profesional, Sty akan bekerja memenuhi tugasnya memenangkan Indonesia. Bahkan bisa jadi, motivasinya akan berlipat-lipat untuk “meninggikan” prestasi.

Meski secara teknis banyak pihak yang meragukan peluang Indonesia, tapi sekecil apa pun tetap terbuka kesempatan “garuda muda” melumpuhkan lawan.

Dalam hidup ini, tidak ada yang tidak mungkin sejauh berusaha keras untuk mendapatkannya.

“ Saya menerima tawaran melatih Indonesia, saat prestasi sepakbola negara ini sedang buruk. Setahap demi setahap saya bisa mengangkat kelemahan dan kekurangan itu. Kini sudah semakin baik, dan saya berusaha lebih baik lagi,”katanya.

” Mungkin pelatih Hwang Sun-hong bakal stres,” lanjut Shin Tae-yong bwrcanda dengan wartawan negara asalnya sepeeti dirilis media Korea Selatan, Chosun.

Baca Juga :   Kemenangan Timnas Indonesia di Laga Pembuka Piala AFF 2024, Erick Thohir Berharap Performa Terus Meningkat

Sty enggan berkomentar banyak pada media Korsel tentang pertandingan melawan Indonesia. “Setelah pertandingan nanti saya bicara,” ungkapnya..

Media Korea Selatan, mengurai lima kemenangan beruntun atas Indonesia -23 dalam perjumpaan sebelumnya. Namun mereka kini khawatir demgan kehadiran Sty sebagai pelatih yang bisa jadi akan menjadi senjata untuk “membunuh” harapan Korsel. Sungguh kejam!

Indonesia kali ini, menjadi perhatian tim yang lolos ke babak besar. Tidak hanya Korsel. Tim Jepang menanggap kekuatan Indonesia cukup kuat untuk menghadapi Korsel.

Lini serangan yang dimotori Rafael Struick dan Marcelino Ferdinan makin tajam dan garang, karena dukungan gelandang serang dari Witan Sulaiman yang dibantu Ivan Jenner. Masih ada gelandang gantung Pratama Arhan di kiri dan Fajar Faturahman di kanan.

Baca Juga :   Kejurnas 3x3 Kualifikasi PON 2024 Mengumumkan Empat Tim Putri yang Melaju ke PON Aceh-Sumut

Lini belakang membentengi gawang Ernado Ari dikomandoi Rizky Ridho, dengan formasi Hubner, I Komang menggantikan Nathan, Muhammd Ferari juga memiliki naluri menyerang baik seperti Komang dn Rizky. Bahkan gol kedua yang dicetak Witan ke gawang Yordania cocoran umpan Rizky yang naik menyerang menerima
umpan Marcelino Ferdinand.

Mungkin sedikit ada kekhawatiran, ritme dan kepercayaan diri pemain jangan sampai menurun. Tetap bergerak dan tidak ragu membuka daerah dengan atau tanpa bola untuk melepaskan atau menerima passing dan kontrol yang baik.

Indonesia: Ernando Ari, Ferarri, Rizky Ridho, I Komang Putra. Fajar Fathurrahman, Hubner, Pratama Arhan, Ivar Jenner, Marselino, Witan, Rafael Struic.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Catatan Politik : Bambang Soesatyo

Aspirasi tentang Fokus Pada ...

Keprihatinan Penulis Satu Pena

Keprihatinan Penulis SATUPENA/ PERNYATAAN KEPRIHATINAN HATI NURANI RAKYAT Jakarta.TerminalNews.Co.Id - Negara Indonesia...

Nurdin dan Mr.T Disegani di Negeri Ini

Nurdin dan Mr. T Disegani di Negara Ini. ...

Ketua Umum IMI Bamsoet Apresiasi Penyelenggaraan Fun Rally Mercedes Benz W202 Club Indonesia

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID - Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo...

- A word from our sponsors -

spot_img