JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Sekitar 40an pesepeda yang keseluruhannya para lansia yang tergabung dalam Komunitas Sepeda Lansia Jakarta Internasional Stadium (KSL JIS) ini berkumpul berolahraga, senam, bersilaturahmi setiap hari di Plasa Barat Jakarta Internasional Stadium.

Ada yang menarik setiap kali mereka berkumpul setelah melakukan aktifitas kebugaran mereka selalu mengumpulkan serta memunguti sampah dan membuangnya ditempat penampungan sampah yang tidak jauh dari tempat mereka berkumpul seperti terlihat hari ini Jumat pagi pukul 06.30 Wib (5/7/24) di Plasa Barat JIS Jakarta Utara.
“Kegiatan bersih atau gerebek sampah ini selalu kami lakukan. Kami merasa bertanggung jawab bila tempat kami kumpul itu kotor dan tidak sedap dilihat. Oleh karenanya kami selalu bersih bersih lingkungan bersih pasti lingkungan itu sehat,” ungkap Mulia Sudirman, salah satu pengurus sepeda Lansia ini.
Sementara itu Ketua Komunitas Sepeda Lansia JIS, Halimi mengharapkan pengelola Jakarta Internasional Stadium memberikan kepercayaan kepada anggota Lansia JIS untuk dapat memelihara ikan di kolam yang ada di bagian Timur JIS.
“Kami ini punya banyak waktu luang dan anggota kami seratus lebih, oleh karena bila bapak bapak pengelola JIS berkenan, kami dapat memelihara ikan dikolam yang ada di bagian timur JIS,” tutur Halmi.

Diakui Halmi, di bagian timur JIS ada kolam yang belum atau tidak di optimalkan.
“Bila bapak pimpinan pengelola JIS berkenan kami bisa merawat dengan menebar bibit ikan serta mengelola kolam kolam tersebut serta bermanfaat bagi warga sekeliling JIS. Semoga ini di dengar dan bisa dikabulkan ide pikiran kami ini oleh para petinggi Jakpro sebagai BUMD Daerah Khusus Jakarta ini, semoga,” urai Halmi.
Halmi mengaku, pihaknya sudah menganggap kalau JIS itu rumah kedua mereka.
“Karena kami setiap hari berkumpul di sekitar kawasan JIS ini,” imbuh Rusdi, salah satu anggota KSLJIS ini.
“Kebetulan ini hari Jumat dan Jumat berkah ini kami gunakan sebaik baiknya untuk menambah tebal ruang rohani kami masing masing dengan gerebek sampah di Plasa barat JIS,” timpal Lukman yang juga merupakan pembina dari Komunitas Gowes Diem Diem (Godidem).

Sementara itu, diitempat yang sama Bramandaru dari komunitas Godidem yang juga ada disana mengatakan dirinya kebetulan ingin melakukan jogging, dan menyaksikan langsung bagaimana para komunitas sepeda Lansia ini dengan bergembira melakukan gerebek sampah dengan kerelaan.
“Mereka ada yang membawa arit potong rumput, membawa karung untuk sampah sampah tersebut. Ini bukan hanya contoh tetapi ini juga pembelajaran bagi kita yang masih lebih muda jauh dibawah para Lansia ini. Mereka masih punya semangat untuk peduli akan lingkungan yang bersih, tidak hanya bersepeda tetapi mereka mencitai lingkungan,” papar Daru, panggilan akrab Bramandaru ini.
Daru selaku penggiat sepeda mengajak pesepeda lain, terutama yang berusia lebih muda mencontoh para Lansia yang tidak henti henti melakukan hal yang baik, hal yang positif bagi lingkungan sekitar baik itu dengan bersepeda, bersilaturahmi, tertawa bersama, dan saling mendukung satu sama lainnya.
“Tidak heran dengan semboyan Sehat, aktif dan Bahagia mereka menunjukkan kepada kita yang mudah mudah untuk tidak diam dalam usia senja seperti mereka, ternyata mereka adalah contoh yang paling nyata yang kita bisa lihat kesehariannya. Tetap semangat, tetap sehat, tetap sederhana, tetap peduli akan lingkungan sekitar kita,” uari Bramandaru yang juga penasehat komunitas sepeda Godidem ini.

