BATAM, TERMINALNEWS.ID – Respons cepat ditunjukkan unsur TNI Angkatan Laut jajaran Komando Daerah Angkatan Laut IV saat menerima laporan warga terkait penemuan sesosok jenazah di perairan Jembatan 3 Barelang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Sabtu (21/2/2026).
Laporan awal datang dari masyarakat yang melihat benda mencurigakan mengapung di sekitar kawasan bakau. Benda tersebut diduga kuat merupakan jasad manusia yang tersangkut di antara akar-akar mangrove di wilayah perairan tersebut.
Menindaklanjuti informasi itu, Babinpotmar Tanjung Kertang, Serda Hanif Yufarizki, langsung berkoordinasi dengan tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Batam. Keduanya bergerak menuju lokasi menggunakan perahu karet milik Basarnas untuk memastikan kondisi di lapangan.
Setibanya di titik koordinat yang dimaksud, tim gabungan segera melakukan proses evakuasi dari laut ke perahu karet dengan prosedur keselamatan yang ketat. Jenazah kemudian dibawa ke darat dan diserahkan kepada Kepolisian Daerah Kepulauan Riau untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri guna proses identifikasi dan pemeriksaan medis.

Korban diketahui berinisial S.B. (24), seorang pria yang berdomisili di Tanjung Piayu, Batam. Berdasarkan informasi sementara, korban diduga meninggal dunia akibat melompat dari Jembatan 3 Barelang. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Proses evakuasi turut melibatkan unsur Polairud Polda Kepri, Pangkalan Bakamla Batam, serta Basarnas Kota Batam. Kolaborasi lintas instansi tersebut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kehadiran Babinpotmar di lokasi menjadi bukti kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons situasi darurat di wilayah pesisir. Sinergi yang solid antarinstansi pun kembali menunjukkan pentingnya koordinasi cepat dalam penanganan kejadian kemanusiaan di wilayah perairan Batam.


