BerandaSportSoccerKomite Olimpiade Internasional Dikabarkan...

Komite Olimpiade Internasional Dikabarkan akan Menyelidiki Presiden FIFA

WASHINGTON, TERMINALNEWS.ID – Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) dikabarkan akan menyelidiki Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah ia diduga melanggar aturan ketat saat menghadiri pertemuan bersama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Kedekatan Infantino dan Trump memang semakin terlihat menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Trump bahkan hadir dalam acara pengundian turnamen tersebut, sementara Infantino memberikan penghargaan perdana FIFA Peace Prize kepada sang presiden AS.

Hubungan keduanya tak hanya terkait sepak bola. Infantino turut diundang dalam pertemuan perdana “Board of Peace” yang dibentuk Trump sebagai bagian dari rencana 20 poin untuk mengakhiri konflik di Gaza antara Hamas dan Israel.

Dalam kesempatan itu, Infantino mengumumkan adanya kesepakatan kemitraan formal untuk mendukung regenerasi Gaza melalui tiga tahap. Salah satu poin utama dalam rencana tersebut adalah pembangunan stadion berkapasitas 20.000 penonton.

Baca Juga :   30 Pemain Sepak Bola Terbaik Dunia Saat Ini (2026): Kylian Mbappe di Puncak, Lamine Yamal Tempel Ketat

Jika mengacu pada estimasi biaya pembangunan stadion sepak bola modern sebesar US$1.500 per kursi, maka total investasi berpotensi mencapai sekitar US$30 juta atau setara Rp480 miliar (asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

pul 14
Komite Olimpiade Internasional Dikabarkan akan Menyelidiki Presiden FIFA (givemesport)

Selain stadion utama, proyek tersebut juga mencakup:

  • 50 lapangan mini FIFA Arena di dekat sekolah dan kawasan permukiman

  • Lima lapangan ukuran penuh

  • Satu FIFA Academy untuk pengembangan pemain muda

Namun, momen yang memicu kontroversi terjadi saat kamera menyorot Infantino mengenakan topi merah bergaya “MAGA” dengan tulisan “USA” di bagian depan dan angka “45–47” di samping, merujuk pada dua periode kepresidenan Trump.

Topi tersebut disebut-sebut diberikan kepada para delegasi dari sembilan negara yang menghadiri pertemuan. Akan tetapi, jurnalis Duncan Castles menilai tindakan Infantino melanggar Kode Etik FIFA.

Baca Juga :   Diego Simeone Kena Sanksi UEFA Usai Insiden Panas dengan Suporter Liverpool

Dalam Pasal 14.3 Kode Etik FIFA disebutkan bahwa setiap individu yang terikat kode tersebut harus menjaga reputasi FIFA dan bertindak secara bermartabat, kredibel, serta berintegritas.

Sementara Pasal 15.1 menegaskan bahwa dalam berhubungan dengan institusi pemerintah dan organisasi nasional maupun internasional, pejabat FIFA harus tetap netral secara politik dan bertindak sesuai fungsi serta integritasnya.

Usai pertemuan Board of Peace, IOC memastikan akan meninjau perilaku Infantino. Sebagai anggota IOC, ia terikat sumpah untuk selalu bertindak independen dari kepentingan politik dan tidak menerima mandat atau instruksi dari pemerintah maupun organisasi yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memberikan suara.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, menyatakan pihaknya baru mengetahui detail tersebut setelah diberitahu media.

Baca Juga :   Erick Thohir Ungkap Tugas 100 Hari Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI

“Kami akan meninjau kembali dan meneliti dugaan penandatanganan dokumen itu. Piagam IOC sangat jelas mengenai apa yang diharapkan dari para anggotanya,” ujar Coventry.

Ia menambahkan bahwa IOC akan tetap menjaga netralitas politik demi menjamin keadilan dalam olahraga.

Ini bukan kali pertama Infantino dituding melanggar prinsip netralitas. Pada November 2025, Miguel Maduro, mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, mengklaim bahwa Infantino telah melanggar statuta dengan mendukung agenda politik Trump.

Sebulan kemudian, organisasi nirlaba FairSquare melaporkan Infantino ke Komite Etik FIFA dan menuduhnya berulang kali mengabaikan tanggung jawab netralitas dalam hubungannya dengan Trump, termasuk pemberian FIFA Peace Prize.

Penyelidikan IOC terhadap Infantino pun berpotensi memperpanjang daftar kontroversi yang membayangi kepemimpinan orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tersebut.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Polsek Kalideres Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal Berkedok Warung dan Toko, Dua Pelaku Ditangkap

Laporan wartawan Terminalnews.id/Budi Utomo TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Polsek Kalideres, Polres Metro Jakarta...

Ketika Hukum Menepi, Opini Menguasai Panggung

OLEH: Toni Tobing DUA HARI. Hanya dua hari sejak menerima surat kuasa,...

Panitia Liga Jakarta U17 dan Soeratin U15 Ingatkan Klub Utamakan Administrasi dan Fair Play

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Panitia Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin U15...

Arifin Wali Kota Jakarta Pusat Bekerja Nyata, Bukan Sekedar Pencitraan di Media Sosial

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Dukungan terhadap kinerja Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat,...

- A word from our sponsors -