MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, menuai kritik tajam dari para penggemar setelah pernyataannya usai kekalahan 0-1 dari Chelsea pada Jumat malam (17/5/2025).
Dalam laga tersebut, Setan Merah kembali mencatat hasil buruk, menjadikannya delapan pertandingan liga secara beruntun tanpa kemenangan.
Hasil ini juga memastikan Manchester United finis dengan selisih setidaknya 40 poin dari rival abadi mereka, Liverpool – jarak poin terbesar antara kedua klub sepanjang sejarah Premier League.
Musim ini juga mencatatkan sejumlah rekor buruk bagi United: jumlah poin terendah dalam satu musim Premier League, jumlah kemenangan paling sedikit, kekalahan terbanyak, serta jumlah gol paling sedikit yang berhasil dicetak.

Ruben Amorim, yang ditunjuk sebagai pelatih pada November lalu, sejak awal menyadari bahwa tugas yang diembannya sangat berat. Namun, pernyataannya yang menyebut skuad saat ini sebagai “tim Manchester United terburuk sepanjang masa” masih bisa dimaklumi. Yang memicu kemarahan fans justru adalah komentarnya mengenai Rasmus Hojlund.
Dalam laga kontra Chelsea, Hojlund tampil selama 90 menit namun gagal melepaskan satu pun tembakan ke gawang, gagal dalam satu-satunya upaya dribel, kehilangan bola sebanyak 13 kali, dan hanya memenangkan dua dari 11 duel yang diikutinya.
Meski begitu, Amorim tetap memuji striker asal Denmark tersebut dalam konferensi pers usai pertandingan.

Amorim Bela Hojlund: “Saya Senang dengan Perkembangannya”
Amorim menyatakan:
“Dia berjuang untuk setiap bola, kalah banyak duel, menang beberapa, dia perlu meningkatkan koneksi dengan rekan setim. Tapi dia terus berkembang, saya sangat senang dengannya. Dia hanya perlu terus bekerja keras.”
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari fans Manchester United di media sosial. Mengingat Hojlund hanya mencetak empat gol dari 31 penampilan di Premier League musim ini, banyak yang menganggap pujian Amorim tidak masuk akal dan mencerminkan standar yang terlalu rendah.
Seorang pengguna X (dulu Twitter) menulis, “Itu pernyataan yang layak membuatnya dipecat.”
Komentar lainnya berbunyi:
-
“Ini gila dan alasan kenapa Ruben tidak layak jadi manajer United.”
-
“Kalau Amorim benar-benar puas dengan si ‘Dud’, maka dia pantas dipecat musim panas ini.”
-
“Kadang lebih baik diam. Saya nonton semua pertandingan musim ini dan Hojlund tidak menunjukkan perkembangan. Selalu seperti bermain 10 lawan 11 saat dia di lapangan.”
Dengan performa tim yang terus menurun dan keputusan Amorim yang dipertanyakan, tekanan terhadap sang manajer kian besar jelang akhir musim. Kini, masa depannya di Old Trafford pun menjadi sorotan utama.

