JAKARTA, TERMINALNEWS.ID– Tunggal putra Yohanes Saut Marcellyno melangkah mulus ke babak 16 besar turnamen bulutangkis BNI Indonesia Masters 2023. Dalam laga yang digelar di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (25/10/2023), tunggal putra kelahiran 2 Mei 2003 itu menang dengan skor 21-9, 21-13 atas wakil Malaysia, Cheam June Wei.
Pada pertandingan ini pemain tunggal putra rangking 202 itu mengaku senang bisa mengatasi pemain senior asal Negeri Jiran tersebut. Dengan berbekal persiapan yang lebih matang, Saut bisa bermain lebih tenang dalam menghadapi pemain rangking 61 dunia milik Malaysia tersebut.
“Senang dan bersyukur bisa melanjutkan tren positif sejauh ini. Saya mencoba menikmati setiap pertandingan agar bisa menampilkan permainan terbaik,” ungkap Juara Finnish Junior 2021 itu.
Dengan kemenangan ini Saut akan berhadapan dengan pemenang laga antara Cho Jin Hoon (Korea Selatan) dan Ong Kon Yon (Malaysia) di 16 besar.
“Sejauh ini saya tidak mau berpikir lebih jauh dahulu. Fokus pada setiap pertandingan yang dihadapi,” tambah runner up Denmark Junior 2021
Kegemilangan Saut juga diikuti Alvi Wijaya Chairullah dan Tommy Sugiarto. Alvi membuat kejutan dengan mengalahkan runner up Malaysia International Series 2023 asal Indonesia, Krishna Adi Nugraha dengan skor 21-18, 21-9.
Tunggal putra kelahiran 24 Agustus 2002 itu mengaku bermain lebih lepas menghadapi pemain yang punya pengalaman. Strategi tersebut berjalan dengan baik sehingga runner up German Junior 2020 itu bisa menang dua gim langsung dalam tempo 38 menit.
“Saya bermain lebih lepas pada pertandingan ini. Saya mencoba mengatur tempo permainan dengan bermain lebih sabar saat menyerang. Strategi tersebut berbuah manis untuk kemenangan saya hari ini,” ungkap Alvi.
Kemenangan ini membawa tunggal putra rangking 232 dunia itu akan jumpa wakil Korea Selatan, Cho Geonyeop yang pada pertandingan sebelumnya mengalahkan wakil Thailand, Kokarit Laotrakul dengan skor 21-14, 21-18.
Adapun Tommy melaju seusai mengatasi tunggal putra Malaysia, Shahyar Shaqeem dengan skor 19-21, 21-16, 21-15. Pada pertandingan ini tunggal putra kelahiran 31 Mei 1988 itu terlambat panas sehingga sempat tertinggal di gim pertama.
Beruntung pada gim kedua dan ketiga kepercayaan diri runner up Korea Open 2018 itu kembali sehingga bisa mengembalikan kedudukan dan menang dalam tempo 58 menit.
“Saya mencoba bermain bertahan terlebih dahulu. Saat lawan menyerang saya mencoba mengembalikan setiap serangan untuk bisa meraih poin demi poin di laga ini,” pungkas Tommy.


