JAKARTA, TERMINALNEWS.ID — Jessyca Emilia mencatatkan sejarah pribadi dengan menjadi atlet termuda yang memperkuat Tim Nasional Anggar Indonesia dalam Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025 yang akan digelar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, pada 17–23 Juni mendatang.
Atlet muda berusia 17 tahun ini tak menyangka bisa menembus skuad utama tim anggar senior Indonesia.
Jessyca, yang akrab disapa Jess, tercatat sebagai siswi SMA Negeri Olahraga Malang dan merupakan satu-satunya atlet kelahiran 2008 dalam daftar tim yang akan berlaga di ajang bergengsi level Asia tersebut.
“Rasanya sangat senang pastinya, dan juga bangga kepada diri sendiri karena bisa mewakili nama serta bendera negara kita, Indonesia,” ujar Jess saat diwawancarai usai pengumuman resmi timnas anggar.
Jessyca mulai dikenal di kancah nasional setelah meraih medali perunggu di nomor Individu Epee Putri pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2024 yang digelar di Manado.
Penampilannya yang konsisten dan penuh semangat membawanya masuk dalam radar pemantauan pelatih nasional.
Meski akan bertanding di kelompok senior, Jess tidak merasa gentar. Ia justru mengaku sangat antusias bisa menghadapi atlet-atlet top Asia yang telah malang melintang di berbagai kejuaraan internasional.
“Saya semakin bersemangat karena akan berhadapan dengan atlet anggar Asia yang permainannya sangat indah dan berkelas. Saya ingin menggali sebanyak mungkin pengalaman dari ajang ini agar ke depannya bisa tampil lebih baik,” kata atlet kelahiran Malang, 13 Februari 2008 itu.
Jessyca mulai mengenal olahraga anggar sejak duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar. Ketertarikannya muncul secara spontan saat ia diajak guru olahraga di sekolahnya untuk mengikuti pelatihan dasar anggar.
“Pertama kali saya bermain anggar adalah saat kelas 6 SD. Waktu itu saya diajak guru olahraga ikut pelatihan. Karena saya memang sudah tertarik dengan olahraga sejak kecil, saya langsung mau ikut,” kenang Jessyca.
Semangat dan dedikasinya yang tinggi membuat Jessyca terus berkembang pesat dalam olahraga yang menuntut konsentrasi, kecepatan, dan ketangkasan tersebut.
Dalam waktu relatif singkat, ia berhasil menembus level nasional dan kini siap bersaing di tingkat Asia.
Pelatih Tim Nasional Anggar Indonesia, yang turut memantau perkembangan Jessyca sejak Kejurnas 2024, menyebut bahwa keputusan membawa Jess ke ajang senior Asia bukan tanpa pertimbangan.
“Jessyca memiliki potensi luar biasa. Usianya masih sangat muda, tetapi teknik, semangat juang, dan daya tahan fisiknya sudah setara dengan atlet senior,” ujar pelatih nasional, yang meminta namanya tidak disebutkan.
Kehadiran Jessyca dalam skuad Merah Putih juga menunjukkan keseriusan Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI) dalam melakukan regenerasi atlet.
PB IKASI berharap keberadaan atlet muda seperti Jessyca bisa memberi warna baru sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan anggar nasional.
Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025 di Bali sendiri akan menjadi ajang pembuktian kekuatan anggar Indonesia di level regional.
Kompetisi ini akan diikuti lebih dari 20 negara, termasuk kekuatan besar seperti Korea Selatan, Jepang, China, dan Iran.
Indonesia sendiri akan turun di seluruh nomor dengan target minimal memperbaiki peringkat klasemen akhir dari edisi sebelumnya.
PB IKASI menargetkan para atlet bisa memanfaatkan momentum bertanding di kandang sendiri untuk tampil maksimal.
Suporter lokal dan atmosfer familiar diharapkan menjadi faktor pendukung moral timnas anggar.
Bagi Jessyca, ini bukan semata tentang medali. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan emas untuk belajar, berkembang, dan membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk tampil di panggung besar.
“Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Saya tahu ini tantangan besar, tapi saya akan berjuang semaksimal mungkin,” tegas Jess.
Dengan semangat membara dan dukungan penuh dari berbagai pihak, langkah Jessyca Emilia menjadi simbol optimisme baru dalam peta anggar nasional.


