BerandaNewsNasionalSastra Harijanto Tjondrokusumo Gaungkan...

Sastra Harijanto Tjondrokusumo Gaungkan Nasionalisme Lewat Musik Country dan Angklung

SURABAYA,TERMINALNEWS.ID — Jiwa nasionalisme kembali digaungkan melalui jalur seni. Sastra Harijanto Tjondrokusumo bersama Band Miracle Indonesia Satu konsisten menyuarakan cinta Tanah Air lewat karya musik yang sarat pesan kebangsaan.

Dua single berjudul “Indonesia Adijaya” dan “Pewaris Bangsa” menjadi bukti nyata bagaimana musik dapat menjadi medium perjuangan nilai-nilai patriotisme. Lirik yang kuat, penuh semangat persatuan, dibalut aransemen irama country yang tak biasa, menjadikan lagu-lagu ini tampil unik sekaligus mudah diterima lintas generasi.

Tak berhenti di situ, Miracle Indonesia Satu juga menghadirkan angklung sebagai instrumen utama pengiring lagu. Alat musik tradisional Indonesia tersebut dipadukan dengan aransemen modern, bahkan terbukti mampu mengiringi lagu-lagu top internasional tanpa kehilangan identitas aslinya.

Baca Juga :   Apresiasi Nyata Panglima TNI, Ratusan Prajurit dan ASN Diberangkatkan Umroh

“Kami ingin menunjukkan bahwa angklung bukan hanya milik masa lalu, tapi juga relevan untuk musik dunia,” ujar Sastra Harijanto Tjondrokusumo,Ujarnya saat menggelar Country Night di Michael TJ Cafe&Gelato,Jumat(9/1)

Makna Lagu Salemba dan Pitutur

Dalam proses kreatifnya, Miracle Indonesia Satu juga kerap mengangkat nilai-nilai reflektif dan kearifan lokal. Lagu “Salemba” dimaknai sebagai simbol perenungan, kejujuran hati, dan perjalanan batin manusia. Sementara “Pitutur” mengandung pesan nasihat leluhur tentang etika, tanggung jawab, dan menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

“Musik bukan sekadar hiburan. Ia adalah pengingat,” kata Sastra.

IMG 20260111 WA0141 IMG 20260111 WA0140Sebagai Ketua Indonesia Satu, Sastra menaruh harapan besar terhadap geliat musik di Surabaya dan Jawa Timur.

Baca Juga :   Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Usaha untuk Cetak 10 Juta Wirausaha Baru

“Surabaya punya banyak musisi hebat. Yang dibutuhkan sekarang adalah ekosistem yang sehat, profesional, dan saling memberdayakan,” tegasnya.

Ia mendorong para musisi untuk mandiri dengan menggelar konser-konser profesional, dari skala kecil hingga besar, dengan sistem pembagian hasil yang adil dan transparan.

“Setelah konser selesai, hasilnya langsung dibagi sesuai peran masing-masing. Tanpa ribet, tanpa ketergantungan,” ujarnya.

Tanggapan soal LMKN yang Didemo Musisi

Terkait polemik LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) yang saat ini tengah mendapat sorotan dan aksi demonstrasi dari para musisi, Sastra memilih bersikap bijak.

“Pada prinsipnya, semua lembaga harus berpihak pada pelaku musik. Jika ada ketidakpuasan, itu harus menjadi bahan evaluasi bersama,” katanya.

Baca Juga :   MBI Jakarta Bersama Jajaran Pengurus MBI Pusat Hadiri Buka Puasa Bersama Anak Yatim Di Acara Triumph Indonesia

Namun, ia juga menekankan pentingnya kemandirian musisi.

“Daripada terus berpolemik, lebih baik kita memberdayakan diri sendiri. Bangun sistem dari komunitas, buat konser, kelola karya, dan nikmati hasilnya secara langsung,” tandasnya.

Dengan semangat Indonesia Satu, Sastra Harijanto Tjondrokusumo dan Miracle Indonesia Satu berharap musik Indonesia tak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga berdiri tegak di panggung dunia tanpa kehilangan jati diri.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -