TEL AVIV, TERMINALNEWS.ID – Satu orang dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke wilayah tengah Israel pada Jumat malam waktu setempat. Serangan ini menjadi yang keenam dilakukan Iran dalam satu hari.
Menurut laporan timeofisrael, rudal tersebut membawa hulu ledak bom klaster yang menyebarkan bom-bom kecil (bomblet) ke area luas.
Polisi Israel dan layanan medis darurat Magen David Adom menyebutkan, salah satu bomblet menewaskan seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang tidak berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi. Sementara itu, dua pria berusia 50-an mengalami luka ringan setelah submunisi lainnya menghantam sebuah bangunan tempat tinggal.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel melaporkan pihaknya menangani enam lokasi berbeda di wilayah tengah negara itu yang terdampak serpihan bom klaster dari rudal tersebut.

Di wilayah selatan, tepatnya di daerah Kuseife, dua orang juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan rudal yang jatuh setelah sistem pertahanan udara berhasil mencegat serangan lain pada Jumat malam.
MDA menyatakan telah menangani seorang pria berusia 37 tahun dan seorang perempuan berusia 20-an yang terkena pecahan peluru. Keduanya kemudian dilarikan ke Soroka Medical Center untuk mendapatkan perawatan.
Sebelumnya pada hari yang sama, Iran kembali menargetkan wilayah selatan Israel dengan salvo rudal balistik yang memicu sirene peringatan di Beersheba dan sekitarnya, meski tidak menimbulkan korban jiwa.
Serangan mematikan ini terjadi di tengah operasi militer Israel yang terus menggempur wilayah Iran, termasuk serangan di Teheran pada Sabtu dini hari yang diklaim menyasar target “rezim teror Iran”.
Dengan insiden terbaru ini, jumlah korban tewas akibat serangan rudal balistik Iran di Israel sejak konflik dimulai pada 28 Februari mencapai 16 orang, termasuk warga sipil Israel dan warga negara asing. Selain itu, empat warga Palestina di Tepi Barat juga dilaporkan tewas.
Militer Israel mencatat Iran telah meluncurkan lebih dari 450 rudal balistik sejak perang berlangsung, dengan tingkat keberhasilan pencegatan mencapai 92 persen untuk rudal yang mengarah ke kawasan berpenduduk dan infrastruktur vital.
Secara keseluruhan, sembilan rudal dengan hulu ledak konvensional berkekuatan besar dilaporkan menghantam area permukiman, menyebabkan kerusakan luas dalam sedikitnya enam kejadian.
Selain itu, lebih dari 30 insiden rudal dengan hulu ledak bom klaster juga tercatat menghantam wilayah berpenduduk, dengan total lebih dari 150 titik dampak terpisah.


