TERMINALNEWS.ID, LIVERPOOL – Bek asal Uruguay, Ronald Araujo, resmi bergabung dengan Liverpool dan memilih mengenakan nomor punggung 33. Di balik pemilihan nomor tersebut, terdapat alasan personal dan spiritual yang cukup menyentuh.
Araujo bergabung dengan Liverpool setelah klub asal Merseyside itu mencapai kesepakatan mengejutkan dengan Barcelona. Pemain berusia 27 tahun tersebut diperkenalkan sebagai pemain baru Liverpool pada Senin malam.
Ia menjadi rekrutan kedua Liverpool pada bursa transfer musim panas ini setelah winger Victor Munoz, yang didatangkan dari Osasuna dengan nilai transfer £34,5 juta atau sekitar Rp759 miliar.
Araujo bergabung dengan status pinjaman selama satu musim dari Barcelona. Liverpool memiliki opsi untuk mempermanenkan sang bek pada akhir musim dengan nilai €55 juta atau sekitar Rp1,13 triliun. Sebagai pembanding, nilai opsi tersebut disebut setara dengan sekitar £47,14 juta atau Rp1,04 triliun.

Krisis Lini Belakang
Kedatangan Araujo menjadi tambahan penting bagi Liverpool di tengah persoalan cedera yang menimpa sejumlah pemain belakang.
Joe Gomez mengalami cedera otot ketika Liverpool menang 4-2 dalam laga pramusim melawan Sunderland pada akhir Juli. Cedera tersebut membuatnya diperkirakan absen pada awal kompetisi Premier League.
Selain Gomez, Jeremy Jacquet dan Giovanni Leoni juga masih menjalani pemulihan cedera. Kondisi itu membuat Virgil van Dijk menjadi salah satu opsi senior utama di posisi bek tengah sebelum kedatangan Araujo.
Dengan pengalaman serta kemampuannya bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan, Araujo diharapkan mampu memberikan fleksibilitas tambahan bagi skuad Liverpool.
Bek timnas Uruguay yang telah mengoleksi 27 caps itu berpeluang menjalani debut tidak resmi saat Liverpool menghadapi Como pada 16 Agustus. Setelah itu, ia berharap dapat tampil ketika Liverpool mengawali perjalanan mereka di Premier League menghadapi Newcastle United di St James’ Park pada pekan berikutnya.
Araujo mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya di Inggris.
“Saya tidak sabar untuk memulai. Saya sangat, sangat bahagia,” kata Araujo dalam wawancara dengan LFC TV.
“Saya senang berada di klub sebesar ini dengan sejarah yang luar biasa. Saya tidak sabar bertemu rekan-rekan setim, mulai bermain, dan saya sangat termotivasi untuk segera memulai.”
Menurut Araujo, bergabung dengan Liverpool merupakan keputusan yang tepat pada tahap kariernya saat ini.
“Saya pikir ini adalah langkah yang ideal bagi saya pada tahap karier sekarang. Ini adalah langkah yang memang perlu saya ambil. Begitu mendengar ketertarikan Liverpool, semuanya bergerak sangat cepat,” ujarnya.
Nomor 33 Punya Makna Khusus
Di Liverpool, Araujo tidak mengenakan nomor 4 yang sebelumnya menjadi nomor pilihannya di Barcelona. Nomor tersebut sudah digunakan Virgil van Dijk.

Araujo kemudian memilih nomor 33, yang terakhir kali digunakan Jordon Ibe pada 2016. Sejumlah pemain lain seperti Jonjo Shelvey, Sebastian Leto dan Neil Mellor juga pernah mengenakan nomor tersebut di era Premier League.
Namun, pilihan nomor 33 bukan sekadar karena nomor yang tersedia.
Araujo mengungkapkan bahwa nomor tersebut memiliki hubungan erat dengan perjalanan awal karier profesionalnya sekaligus keyakinan spiritual yang dianutnya.
“Ini adalah nomor yang saya sukai, nomor yang spesial bagi saya. Lucunya, ketika saya pertama kali melakukan debut sebagai pemain profesional, saya juga mengenakan nomor tersebut,” tutur Araujo.
Lebih dari itu, nomor 33 memiliki makna personal yang berkaitan dengan iman dan hubungannya dengan Yesus serta Tuhan.
“Nomor ini memiliki makna pribadi bagi saya. Ada kaitannya dengan iman saya, hubungan saya dengan Yesus, Tuhan dan agama,” katanya.
Araujo mengaku telah membicarakan keputusannya tersebut bersama orang-orang terdekatnya.
“Ini adalah sesuatu yang saya bicarakan dan diskusikan dengan teman-teman, keluarga, pasangan, dan orang tua saya. Saya sangat senang bisa mengenakan nomor ini karena memiliki makna bagi saya dalam banyak hal,” ujarnya.
Dengan nomor 33 di punggungnya, Araujo kini bersiap membuka babak baru dalam kariernya di Inggris. Bagi sang bek, nomor tersebut bukan hanya identitas di lapangan, tetapi juga simbol perjalanan profesional dan keyakinan pribadinya.

