TERMINALNEWS.ID, ANTIGUA — Momen unik terjadi dalam pertandingan Concacaf Nations League ketika dua pemain Antigua dan Barbuda diganjar kartu merah karena menarik rambut pemain Anguilla, Aedan Scipio.
Anguilla, salah satu tim dengan peringkat terendah di dunia, harus mengakui keunggulan Antigua dan Barbuda dengan skor telak 0-5 dalam pertandingan tersebut.
Namun, kemenangan Antigua dan Barbuda harus dibayar dengan dua kartu merah pada babak kedua. Keduanya terjadi setelah Scipio masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68.
Scipio, pemain Roaring Lions yang berusia 36 tahun, memiliki ciri khas rambut gimbal (dreadlocks) yang sangat panjang hingga hampir menyentuh kakinya. Rambut panjang itulah yang kemudian menjadi pusat perhatian dalam pertandingan.
Insiden pertama terjadi ketika Scipio berhasil merebut bola di area pertahanan Anguilla. Keon Greene berusaha menghentikannya dengan menarik rambut Scipio.
Scipio langsung bereaksi dan wasit kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Greene.
Kejadian serupa kembali terjadi pada masa injury time. Saat Scipio membawa bola maju ke depan, Shalon Knight mencoba menghentikannya dengan menarik sebagian rambut panjangnya.
Scipio terjatuh dan wasit kembali mengeluarkan kartu merah. Antigua dan Barbuda pun harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.
Dua pemain tersebut juga dipastikan absen dalam pertemuan berikutnya melawan Anguilla pada Jumat.
Viral di media sosial
Dua insiden tersebut dengan cepat menjadi bahan perbincangan di media sosial. Akun X, The 44, bahkan menyebut tim Anguilla seolah memiliki “cheat code” setelah Scipio masuk ke lapangan.
“Masuk pada menit ke-68 dan karena rambutnya membuat DUA pemain lawan diusir,” tulis akun tersebut dalam unggahan yang menampilkan cuplikan kedua kejadian.
Momen itu menarik perhatian karena disebut sebagai kejadian langka dalam sepak bola: dua pemain dari tim yang sama mendapat kartu merah dalam satu pertandingan setelah melakukan pelanggaran berupa menarik rambut pemain yang sama.
Menarik rambut bisa berujung kartu merah
Dalam Laws of the Game, tindakan menarik rambut dapat dikategorikan sebagai tindakan kekerasan (violent conduct), tergantung situasi dan tingkat pelanggarannya.
Aturan mengenai tindakan tersebut juga menjadi sorotan dalam sepak bola Inggris. Pada musim sebelumnya, sejumlah pemain Premier League mendapat kartu merah setelah terlibat insiden menarik rambut lawan.
Salah satunya melibatkan bek Everton, Michael Keane, dan Dan Ballard yang mendapat kartu merah setelah menarik rambut penyerang Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare.
Lisandro Martinez juga pernah mendapat kartu merah setelah menarik rambut Dominic Calvert-Lewin dalam pertandingan Manchester United melawan Leeds United.
Dalam penerapan aturan yang diperjelas di Premier League, tindakan menarik rambut yang tidak dianggap berlebihan dapat dikenai kartu kuning. Namun, apabila tindakan tersebut dinilai sebagai kekerasan atau dilakukan dengan kekuatan berlebihan, kartu merah dapat diberikan.
Kasus Keane menjadi salah satu contoh. Banding untuk membatalkan kartu merah maupun mengurangi sanksinya ditolak setelah panel disiplin menilai kartu merah tersebut tetap tepat dan hukuman larangan bermain tiga pertandingan tidak berlebihan.
Dengan rambut gimbal yang luar biasa panjang, Scipio kini menjadi pusat perhatian setelah dua kali menjadi korban tarikan rambut dalam satu pertandingan—dan kedua pelakunya sama-sama harus meninggalkan lapangan.

