LONDON, TERMINALNEWS.ID – Legenda Chelsea, Didier Drogba, mengungkapkan penyesalan mendalam terkait insiden di final Liga Champions 2008 melawan Manchester United.
Dalam laga penuh tensi tinggi tersebut, Drogba mengaku bahwa dirinya sempat ingin memukul bek MU, Nemanja Vidic.
Pertandingan yang digelar di Moskow itu berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, sebelum akhirnya MU keluar sebagai juara lewat adu penalti.
Namun, salah satu momen paling kontroversial terjadi saat Drogba mendapat kartu merah di menit-menit akhir setelah menampar Vidic.

“Andai Saya Memukulnya, Mungkin Saya Bisa Menerima Itu”
Dalam wawancara, Drogba menyatakan bahwa dirinya menyesal telah bereaksi seperti itu, namun merasa hukuman kartu merah yang diterimanya terlalu berat.
Ia bahkan mengatakan seharusnya ia sekalian memukul Vidic jika memang harus diusir dari lapangan.
“Aku telah menonton ulang pertandingan itu, dan aku rasa seharusnya aku tidak diusir dengan hanya tiga menit tersisa,” ujar Drogba.

“Kalau aku memukulnya, aku akan paham. Sekarang aku justru berharap saat itu aku benar-benar memukulnya.”
Vidic: Drogba Ingin Memukulku
Vidic pun turut mengomentari insiden tersebut dalam sebuah wawancara dengan The Athletic.
Ia mengakui bahwa saat itu emosi keduanya memang memuncak di tengah atmosfer panas final Liga Champions.
“Drogba ingin memukulku saat pertandingan. Awalnya aku bingung dengan sikapnya, lalu aku mendekatinya. Aku bodoh, dia juga. Dia akhirnya dikartu merah,” ungkap Vidic.

Meski sempat berseteru, Vidic mengatakan bahwa hubungan mereka membaik setelah bertemu kembali di Piala Dunia 2018 yang juga digelar di Moskow.
“Aku bertemu dia lagi di Moskow, sepuluh tahun kemudian saat Piala Dunia. Kami berjabat tangan dan saling menyapa. Aku menghormatinya sebagai pesepakbola dan juga sebagai manusia.”
Drogba: Saya Ingin Jadi yang Terbaik, Tapi Kadang Terlalu Bernafsu
Drogba dikenal sebagai pemain yang selalu tampil maksimal di pertandingan besar. Namun kekalahan di final 2008 menjadi salah satu penyesalan terbesar dalam kariernya.
“Banyak penyesalan saat kamu kalah di final. Saya lebih menyesal kalah daripada dikartu merah,” ujar Drogba.
“Beberapa fans Chelsea menyalahkan saya. Saya bisa menerima itu. Tapi saya pikir saya sudah memberikan yang terbaik, seperti biasa, karena saya ingin jadi nomor satu. Kadang saya terlalu menginginkannya.”

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sudah meminta maaf kepada rekan-rekannya atas insiden tersebut.
Empat Tahun Drogba Bersama Chelsea
Empat tahun setelah kekalahan menyakitkan itu, Didier Drogba menebus semuanya dengan menjadi pahlawan Chelsea di final Liga Champions 2012 melawan Bayern Munich.
Ia mencetak gol penyeimbang jelang akhir laga dan dengan tenang mencetak penalti penentu kemenangan di babak adu penalti, membawa The Blues meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.


