JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Di balik kesuksesan para atlet Indonesia di panggung olahraga internasional, ada sosok penting yang bekerja tanpa sorotan kamera: R. Aan Abdurahman, tukang pijat urut khusus olahraga yang telah setia mendampingi tim nasional Indonesia sejak tahun 1997.
Pria kelahiran Bandung ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan prestasi atlet Indonesia di ajang seperti SEA Games dan Asian Games.
Dari Kursus Pijat Olahraga ke Ajang Internasional
R. Aan Abdurahman mengawali kariernya sebagai tukang pijat olahraga dengan mengikuti kursus massage sport yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Ia menghabiskan enam bulan untuk mendalami teori dan praktik pijat atlet.
“Karena memang minat, saya tekuni sampai sekarang. Alhamdulillah bisa terus dipercaya,” ujar Aan saat ditemui di Kantin Serba Guna Senayan, Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Setelah menyelesaikan pelatihan, Aan langsung dipercaya menjadi bagian dari tim pendukung kontingen nasional. Ia telah mendampingi para atlet ke berbagai negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, hingga Laos. Bahkan di Asian Games, Aan pernah bertugas di Busan dan Incheon, Korea Selatan.
72 Tahun, Masih Setia Layani Atlet Indonesia
Meski usianya sudah menginjak 72 tahun, semangat Aan tak pernah luntur. Tahun ini, ia kembali dipercaya menangani atlet cabang olahraga kickboxing yang akan berlaga di SEA Games Thailand 2025.
“Selama masih sehat dan dibutuhkan, saya siap. Yang penting melayani dengan ikhlas,” tegasnya.
Aan menyebut profesinya memiliki tantangan tersendiri. Pijat atlet memerlukan ketelitian dan fokus tinggi karena salah sedikit bisa berdampak buruk bagi performa atlet.
“Pijat atlet beda dengan pijat biasa. Harus tahu otot mana yang tegang, mana yang cedera, dan harus benar-benar fokus,” jelasnya.
Pernah Tangani Selebriti dan Pejabat Indonesia
Selain atlet, R. Aan Abdurahman juga dikenal oleh kalangan selebriti dan pejabat. Ia pernah diminta jasanya oleh mendiang Didi Kempot, artis Nikita Mirzani, hingga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
“Pak Luhut dulu sering panggil saya waktu masih jadi Ketua Umum Karate. Saya sampai datang ke rumah beliau,” ungkapnya.
Dedikasi di Balik Layar untuk Olahraga Indonesia
Di usia senjanya, Aan mengaku tetap bahagia menjalani profesi sebagai tukang pijat olahraga. Ia merasa bangga masih dipercaya mendampingi atlet-atlet terbaik Indonesia dan bersyukur atas dukungan keluarga.
“Saya suka olahraga, suka urut. Istri, anak, cucu semua sehat. Saya bersyukur masih bisa memberi kontribusi untuk olahraga Indonesia,” tutup Aan.

