JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Komjen Pol. Fadil Imran, memimpin delegasi Indonesia dalam kunjungan resmi ke Rusia untuk memperkuat kerja sama bilateral di bidang olahraga bulutangkis.
Kunjungan ini menjadi tindak lanjut atas pertemuan sebelumnya di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, pada April 2025 lalu, ketika delegasi Federasi Bulutangkis Rusia datang untuk menjajaki kerja sama serupa.
Dalam lawatannya ke Moskow, Fadil didampingi Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat, Wakil Ketua Umum III Armand Darmadji, Komite Etik Nugroho Slamet Wibowo, dan Bendahara Umum Tonny Wahyudi.
Rombongan juga terdiri dari delapan atlet muda serta satu pelatih yang mewakili Indonesia dalam pertandingan persahabatan melawan tim tuan rumah Rusia di GOR Territoriya Sporta.
Kehadiran delegasi Indonesia disambut hangat oleh Ketua Umum Federasi Bulutangkis Nasional Rusia, Andrey Antropov, beserta jajarannya.
Kegiatan dibuka secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara dan sambutan dari masing-masing pihak, dilanjutkan dengan pertunjukan tarian tradisional Rusia serta pertandingan persahabatan antara atlet muda dari kedua negara.
Para pemain Indonesia yang ambil bagian dalam pertandingan persahabatan tersebut antara lain Yohanes Saut Marcellyno, Ni Kadek Dhinda Amartya, Nikolaus Joaquin, Raymond Indra, Apriyani Rahayu, Febi Setianingrum, Verrel Yustin Mulia, dan Lisa Ayu Kusumawati. Mereka didampingi oleh pelatih Prasetyo Restu Basuki.
Fadil Imran dalam sambutannya menegaskan pentingnya kerja sama ini sebagai bagian dari diplomasi olahraga.
Ia mengatakan bahwa bulutangkis bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga medium untuk membangun persahabatan antarbangsa.
“Olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun persahabatan, saling belajar, dan menginspirasi satu sama lain. Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat, yang tidak hanya memperkuat hubungan olahraga, tetapi juga mengukuhkan persahabatan antara Indonesia dan Rusia,” kata Fadil.
Menurut Fadil, Indonesia berkomitmen mendukung perkembangan olahraga bulutangkis di tingkat global, tanpa membedakan latar belakang negara mana pun.
Ia menyebut bahwa Indonesia siap berbagi ilmu dan pengalaman demi kemajuan bersama.
“Kehadiran kami di sini merupakan bentuk dukungan global terhadap olahraga bulutangkis. Siapapun itu kami tidak pandang bulu, semuanya kami dukung untuk berbagi ilmu. Kami berkomitmen untuk berperan aktif agar bulutangkis semakin baik dan terus dilestarikan di seluruh dunia,” ujarnya.
Agenda kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Rusia dalam bidang olahraga, yang telah ditandatangani dalam pertemuan bilateral pada April 2025.
Pertemuan tersebut mempertemukan Presiden RI Prabowo Subianto dan First Deputy Minister Rusia, Denis Manturov, dengan Menpora RI Dito Ariotedjo sebagai saksi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Fadil Imran dan Taufik Hidayat juga menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025.
Di forum ini, tema diskusi yang diangkat adalah “SPORT is a Universal Language of Dialogue”, dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo turut hadir sebagai pembicara.
Pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitri Chemishenko, juga berlangsung dalam suasana hangat dan produktif.
Pembahasan difokuskan pada peningkatan hubungan bilateral di sektor olahraga melalui pertukaran pelatih, pelatihan bersama, serta kemungkinan penyelenggaraan turnamen internasional bersama di masa depan.
Kesamaan visi antara Indonesia dan Rusia dalam pengembangan olahraga bulutangkis dinilai menjadi fondasi kuat bagi kerja sama jangka panjang.
Kedua negara memiliki komitmen yang sama dalam membina atlet muda, memperluas kompetisi, serta memperkuat diplomasi olahraga sebagai jembatan antarbangsa.
Dengan kunjungan ini, Indonesia tidak hanya memperluas jaringan kerja sama internasional dalam olahraga, tetapi juga memperkokoh posisi bulutangkis sebagai salah satu instrumen diplomasi budaya dan perdamaian global.


