JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Polda Metro Jaya menggelar patroli skala besar pada Selasa (9/9) malam untuk mengantisipasi potensi kerawanan pascakericuhan dan penumpukan massa di sejumlah titik Ibu Kota.
Sebanyak 147 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Korps Samapta Mabes Polri, Brimob, Samapta, Reskrimum, Reskrimsus, Pamobvit Polda Metro Jaya, hingga Satpol PP DKI Jakarta.
Patroli dimulai dari Polda Metro Jaya dan menyusuri sejumlah titik strategis, seperti Semanggi, Sudirman, Mabes Polri, Iskandarsyah, Prapanca Raya, Ragunan, TB Simatupang, Pasar Minggu Raya, hingga Pancoran, lalu kembali ke Polda Metro Jaya.
“Patroli ini menyasar kawasan rawan premanisme, markas komando terdampak kerusuhan, serta lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa,” ujar Kasubbagrenmin Ditsamapta Polda Metro Jaya, AKBP Hergi Febriayanto.
Hergi menegaskan patroli dilakukan dengan pendekatan dialogis dan persuasif. Masyarakat yang berkumpul akan diberikan imbauan agar segera membubarkan diri.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program Jaga Jakarta+, yang menekankan langkah proaktif pencegahan tindak kejahatan, peningkatan kehadiran polisi di masyarakat, serta penanganan cepat potensi gangguan kamtibmas.
“Melalui Jaga Jakarta+, kami ingin memastikan polisi hadir tidak hanya saat terjadi masalah, tetapi juga sebagai penjaga keamanan yang memberikan rasa aman serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” tutup Hergi.|Foto : Istimewa

