LONDON, TERMINALNEWS.ID – Arsenal kembali menunjukkan dominasinya di Liga Champions 2025/26 setelah menaklukkan Bayern Munich dengan skor meyakinkan 3-1 di Emirates Stadium. Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi The Gunners di puncak klasemen grup.
Pertandingan sempat berjalan menegangkan pada babak pertama. Gol pembuka Jurrien Timber langsung dibalas oleh pemain muda Bayern berusia 17 tahun, Lennart Karl, usai memanfaatkan umpan panjang Joshua Kimmich. Namun, tim asuhan Mikel Arteta tampil jauh lebih bertenaga selepas jeda.
Noni Madueke membawa Arsenal kembali unggul lewat sontekan jarak dekat, sebelum Gabriel Martinelli memastikan kemenangan melalui serangan balik cepat yang mematikan. Hampir seluruh skuad tampil solid, namun satu nama justru menarik perhatian publik karena performa yang jauh di bawah standar: Myles Lewis-Skelly.

Lewis-Skelly Dinilai Tampil Buruk
Bek kiri 19 tahun itu sebenarnya mendapat kesempatan langka untuk tampil sebagai starter. Namun, ia kesulitan mengimbangi permainan cepat Bayern, terutama dari sisi yang dihuni Michael Olise dan Serge Gnabry.
Gol Bayern tercipta setelah Kimmich mengirim bola jauh melewati kepala Lewis-Skelly, memungkinkan Gnabry memberikan assist untuk Karl. Pemain muda itu juga hampir menyebabkan gol kedua, saat Karl sukses melewatinya dan melepaskan tembakan yang beruntung masih lemah.
Statistik Lewis-Skelly menunjukkan betapa berat malam itu baginya:
-
Menit bermain: 68
-
Tackles (menang): 1 (1)
-
Intersep: 1
-
Ground duels (menang): 11 (4)
-
Aerial duels (menang): 1 (0)
-
Fouls: 2
-
Dilewati lawan: 3
-
Akurasi umpan: 58% (7/12)
Beberapa kali sisi kiri Arsenal tampak menjadi target serangan Bayern sepanjang ia bermain. Sejumlah penggemar bahkan sudah meminta Arteta menggantinya lebih cepat.
Masuknya Calafiori Ubah Permainan
Arteta akhirnya menarik Lewis-Skelly pada menit ke-68 dan memasukkan Riccardo Calafiori. Keputusan ini terbukti tepat.
Tak lama setelah masuk, Calafiori melakukan overlap cepat setelah intersep Declan Rice dan mengirim umpan silang rendah yang diselesaikan Madueke menjadi gol. Selain aktif membantu serangan, Calafiori juga membuat sisi kiri Arsenal jauh lebih stabil.

Penampilan impresif Calafiori justru semakin memperburuk situasi Lewis-Skelly. Dengan persaingan ketat dan menit bermain yang sudah minim musim ini, posisinya di tim utama bahkan terancam.
Situasinya juga diperparah karena Thomas Tuchel mencoret namanya dari skuad Inggris akibat kurangnya jam bermain—yang bisa berimbas pada peluangnya tampil di Piala Dunia 2026.
Fans Frustrasi: “Lewis-Skelly Bencana”
Di media sosial, banyak pendukung Arsenal meluapkan kekecewaan atas performa sang pemain muda.
Beberapa komentar fans:
-
“Tolong masukkan Calafiori, saya tidak kuat lihat Lewis-Skelly lagi.”
-
“Bencana, Lewis-Skelly benar-benar off hari ini.”
-
“Baru semenit Calafiori masuk, langsung terlihat betapa jauhnya kualitas dibanding Lewis-Skelly.”
-
“Inilah alasan kenapa dia jarang dimainkan musim ini.”
Bahkan ada yang menilai bahwa standar Arsenal musim ini terlalu tinggi bagi pemain-pemain muda seperti Lewis-Skelly dan Ethan Nwaneri.
Laga Selanjutnya vs Chelsea
Arsenal kini berada di posisi ideal, memimpin klasemen Liga Champions sekaligus Premier League. Akhir pekan ini, The Gunners akan menghadapi laga penting lainnya: derby London melawan Chelsea yang baru saja menang 3-0 atas Barcelona.
Jika Arsenal menang, mereka bisa memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari The Blues yang berada di posisi kedua. Pertandingan di Stamford Bridge tersebut diprediksi akan menjadi salah satu laga paling krusial dalam perebutan gelar Premier League musim ini.

