LIVERPOOL, TERMINALNEWS.ID – Liverpool kembali mendapat tekanan besar setelah menelan kekalahan memalukan lainnya. Pelatih Arne Slot bahkan disebut harus membuat keputusan besar jika ingin mempertahankan pekerjaannya di Anfield.
Tim berjuluk The Reds awalnya berharap bangkit usai kalah 0-3 dari Nottingham Forest akhir pekan lalu. Namun upaya itu kembali kandas saat Liverpool menghadapi juara Belanda PSV Eindhoven di Liga Champions, Rabu malam waktu setempat.
Permulaan Buruk dan Penalti Van Dijk
Liverpool mengawali laga dengan start terburuk. Kapten Virgil van Dijk kembali menjadi sorotan setelah melakukan handball aneh yang membuat dirinya memberikan penalti ketiganya musim ini.

Eks winger Tottenham, Ivan Perisic, sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk membawa PSV unggul. Liverpool sempat membalas lewat Dominik Szoboszlai 10 menit kemudian, namun momentum tak bisa dijaga.
Kebobolan Tiga Gol Lagi
Di babak kedua, PSV menambah tiga gol lewat Guus Til dan dua gol dari Couhab Driouech. Hasil ini membuat Liverpool selalu kebobolan minimal tiga gol dalam tiga pertandingan terakhir.
Parahnya lagi, The Reds kini telah kalah sembilan kali dari 12 laga terakhir, menjadikannya salah satu periode terburuk dalam sejarah klub.
Sasaran Kritik Fans ke Cody Gakpo
Selain hasil buruk, performa Cody Gakpo juga mendapat kritik pedas dari para penggemar, terutama karena tampil mengecewakan menghadapi mantan klubnya.
Sejumlah fans di X menilai Gakpo tampil tidak efektif dan meminta Slot mencadangkannya.

-
“Cody Gakpo tidak cukup bagus untuk Liverpool. Dia sering tampil buruk. Slot harus berhenti memainkannya,” tulis salah satu fans.
-
Fan lain menambahkan: “Gakpo seharusnya tidak masih berada di lapangan.”
-
Komentar lain: “Memainkan tim yang sama dan berharap hasil berbeda itu gila. Gakpo harus dicadangkan.”
Gakpo bergabung dengan Liverpool pada Januari 2023 dan telah mencetak 45 gol dalam 146 pertandingan, termasuk empat gol musim ini.
Arne Slot Makin Berat Tekanannya
Liverpool telah menghabiskan lebih dari 400 juta pound di bursa transfer musim panas, namun performa tim justru menurun drastis. Meski Slot masih terikat kontrak hingga 2027, pembicaraan soal potensi pemecatan mulai menyeruak seiring hasil buruk yang terus berlanjut.
Menurut laporan Fabrizio Romano, belum ada diskusi mengenai pengganti Slot sejauh ini. Namun, manajemen dikabarkan menuntut perubahan cepat, baik dari segi hasil maupun kualitas permainan, karena mereka “mengharapkan lebih banyak” dari sang manajer.
Liverpool kini terpuruk di peringkat 12 klasemen Premier League dan sedang mengalami periode terburuk sejak tahun 1950.
Di Liga Champions pun mereka hanya berada di posisi 13 klasemen sementara setelah lima pertandingan—cukup kontras dibanding musim lalu ketika mereka memuncaki tabel edisi perdana format baru kompetisi tersebut.


