BerandaNasionalPerang AS-Iran Memasuki Pekan...

Perang AS-Iran Memasuki Pekan Keenam, Upaya Mediasi Mandek

WASHINGTON, TERMINALNEWS.ID – Upaya mediasi yang dipimpin sejumlah negara kawasan, termasuk Pakistan, untuk mendorong gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu.

Kebuntuan ini terjadi saat konflik melawan Republik Islam tersebut memasuki pekan keenam, mendekati tenggat waktu yang sebelumnya disampaikan Presiden AS, Donald Trump.

Menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat, Iran secara resmi telah menyampaikan kepada para mediator bahwa pihaknya tidak bersedia bertemu pejabat AS di Islamabad dalam waktu dekat. Teheran juga menilai tuntutan Washington tidak dapat diterima.

Di tengah kebuntuan tersebut, Turki dan Mesir kini berupaya mencari alternatif lokasi perundingan, dengan Qatar atau Istanbul dipertimbangkan sebagai tempat baru. Namun, Qatar justru menolak dorongan dari AS dan negara-negara Timur Tengah untuk menjadi mediator utama dalam pembicaraan gencatan senjata, sehingga semakin mempersulit proses negosiasi.

Sumber-sumber yang terlibat dalam proses mediasi menyebutkan bahwa Qatar, yang sebelumnya berperan dalam negosiasi dengan Taliban dan konflik Israel-Hamas, telah memberi sinyal kepada AS bahwa mereka enggan mengambil peran dalam perundingan kali ini.

Konflik Memanas, Jet Tempur AS Ditembak Jatuh

Di medan perang, eskalasi terus terjadi. Untuk pertama kalinya sejak 28 Februari, Amerika Serikat kehilangan pesawat tempur di wilayah Iran setelah jet tempur F-15E Strike Eagle ditembak jatuh.

Baca Juga :   Operasi Ketupat 2026 Dinilai Sukses, Kecelakaan Turun 30 Persen dan Kepuasan Tembus 94 Persen

Satu anggota awak berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih dalam pencarian, menurut pejabat AS dan Israel.

Meski demikian, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan memengaruhi proses negosiasi untuk mengakhiri konflik.

“Tidak sama sekali. Ini perang. Kita sedang berperang,” ujar Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Trump juga belum memberikan kepastian langkah yang akan diambil jika awak pesawat yang hilang mengalami bahaya. “Kami berharap itu tidak terjadi,” katanya.

Israel Siap Perpanjang Operasi Militer

Sementara itu, laporan dari penyiar publik Israel, Kan, menyebutkan bahwa Israel siap melanjutkan perang setidaknya dua pekan ke depan, bahkan berpotensi lebih lama dari proyeksi Gedung Putih.

Pejabat Israel menyebutkan bahwa persiapan juga dilakukan untuk menghadapi peringatan hari-hari besar nasional di tengah situasi perang, termasuk Hari Peringatan Holocaust dan Hari Kemerdekaan.

Sebagai latar belakang, Amerika Serikat dan Israel memulai kampanye pemboman terhadap Iran sejak 28 Februari dengan tujuan melemahkan rezim serta menghancurkan program nuklir dan rudal balistik negara tersebut.

Baca Juga :   Fifi Aleyda Yahya: Penayangan Video Presiden di Bioskop Upaya Perluas Komunikasi Publik

Selat Hormuz Jadi Kartu Tekanan Iran

Di sisi lain, laporan intelijen AS memperingatkan bahwa Iran kemungkinan besar tidak akan membuka kembali Strait of Hormuz dalam waktu dekat. Selat strategis ini merupakan jalur vital bagi sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Penguasaan Iran atas jalur tersebut dinilai sebagai satu-satunya leverage utama terhadap Washington. Dengan mempertahankan kendali, Teheran dapat menjaga harga energi tetap tinggi dan menekan AS untuk segera mengakhiri perang.

Presiden Trump sempat menyatakan optimisme bahwa AS dapat membuka kembali jalur tersebut.

“Dengan sedikit waktu, kita bisa dengan mudah membuka Selat Hormuz, mengambil minyak, dan meraih keuntungan besar,” tulisnya di platform Truth Social.

Namun, para analis memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer untuk membuka selat berisiko besar dan dapat menyeret AS ke perang darat berkepanjangan.

Direktur Proyek Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai situasi ini justru memberi Iran kekuatan baru.

“Dalam upaya mencegah Iran memiliki senjata pemusnah massal, AS justru memberi Iran senjata gangguan massal,” ujarnya.

Menurut Vaez, kemampuan Iran mengendalikan pasar energi global melalui Selat Hormuz bahkan lebih kuat dibandingkan senjata nuklir.

Baca Juga :   Rangkaian HUT ke-78 BNI Turut Bantu Pencapaian Target NZE Indonesia

Negosiasi Semakin Sulit

Mantan Direktur CIA, Bill Burns, menilai Iran kemungkinan akan mempertahankan kontrol atas selat tersebut bahkan setelah perang berakhir.

Ia menyebut Teheran akan menggunakan kendali tersebut untuk mendapatkan jaminan keamanan jangka panjang serta keuntungan ekonomi, termasuk kemungkinan mengenakan biaya bagi kapal yang melintas guna membiayai rekonstruksi pascaperang.

Situasi ini, menurut Burns, akan membuat proses negosiasi damai menjadi jauh lebih kompleks.

Aktivitas Pelayaran Belum Stabil

Meski ketegangan tinggi, sejumlah kapal dari negara-negara yang dianggap “bersahabat” oleh Iran masih diizinkan melintas Selat Hormuz. Data pelayaran menunjukkan beberapa kapal tanker Oman, kapal kontainer Prancis, serta kapal gas Jepang berhasil melewati jalur tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Namun, aktivitas pelayaran masih belum stabil. Pasar energi global terus memantau perkembangan ini, mengingat setiap gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak besar terhadap harga minyak dunia.

Kebuntuan diplomasi, eskalasi militer, serta kontrol Iran atas Selat Hormuz menjadikan konflik AS-Iran semakin kompleks. Dengan kedua pihak mempertahankan posisi masing-masing, peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat tampak semakin kecil.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Kemenkop Perkuat Sinergi Kadiskop Selindo Untuk Operasionalisasi KDKMP

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar Rapat koordinasi nasional (Rakornas)...

Pemkot Jakarta Timur Kembalikan Fungsi Trotoar Lewat Operasi Penertiban Serentak

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur kembali menggelar Operasi...

PT Astra Internasional Serahkan Gedung Sekretariat Muslimat NU DKI Jakarta ke Pemkot Jaktim

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menandatangani Berita Acara...

Final Coppa Italia 2026 Live di ANTV: Lazio vs Inter Tayang Kamis Dini Hari

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Pertandingan puncak ajang Coppa Italia 2025/2026 siap memanaskan...

- A word from our sponsors -

spot_img