TERMINALNEWS.ID, BEKASI — Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, menyoroti nasib para pemulung yang disebut hampir setiap tahun tidak pernah mendapatkan bagian daging kurban saat Iduladha.
Menurut Eddie Karsito, para pemulung yang berada di Shelter pemulung Humaniora Rumah Kemanusiaan kuburan Tarikolot Jatisampurna, Bekasi ini, dari waktu ke waktu hanya bisa menyaksikan dari kejauhan proses pembagian daging kurban kepada warga sekitar.
“Mereka tersebar di empat wilayah Bekasi Kota, Pondok Rangon Jakarta Timur, Harjamukti Cimanggis Kota Depok, Gunung Putri Cileungsi Kabupaten Bogor,” jelas Eddie Karsito.

Ironisnya, mereka diakui Eddie Karsito kerap tidak mendapatkan bagian meski termasuk kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Para pemulung ini hampir setiap tahun hanya menjadi penonton. Mereka melihat bagaimana daging kurban dibagikan kepada orang-orang, sementara mereka sendiri tidak pernah mendapat bagian,” ungkap Eddie Karsito
Ia menilai kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar pemulung bukan warga setempat dan tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) sesuai domisili lingkungan tempat distribusi kurban dilakukan.
Para pemulung dan pengamen jalanan yang merupakan binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tersebut diakui Eddie Karsito jika ditotal berjumlah pemulung 257.
Sementara anak-anaknya dijelaskan Eddie Karsito ada 97 anak, meliputi pengamen anak, pemulung anak sebagian dari mereka adalah yatim piatu.

“Banyak dari mereka tidak terdata sebagai warga setempat karena tidak memiliki KTP lingkungan sekitar. Akibatnya, mereka sering terlewat dalam pendistribusian daging kurban,” kata Eddie Karsito.
Eddie Karsito berharap pembagian daging kurban ke depan dapat dilakukan lebih inklusif dengan memperhatikan kelompok marginal seperti pemulung, pekerja informal, dan masyarakat rentan lainnya agar semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha benar-benar dirasakan semua kalangan.
Sedangkan dalam upaya mengurus identitas binaannya, Eddie Karsito masih mondar-mandir ke kantor dinas sosial dan dinas kependudukan Kota Bekasi untuk mengurus KTP dan kartu keluarga.
“Ada 35 pemulung dan pengamen yang sedang kita urus KTP dan KK mereka sekaligus mengurus akta kelahiran anak-anak mereka yang wajib segera kita adakan karena terkait dengan persyaratan mereka masuk sekolah,” ujar Eddie Karsito.



