BerandaEntertainmentMitos, Ritual, dan Kebudayaan...

Mitos, Ritual, dan Kebudayaan di Balik Film Perempuan Pembawa Sial

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Film horor biasanya identik dengan hantu, jump scare, dan kisah balas dendam. Tapi karya terbaru Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial, menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar rasa kaget. Film ini menjadi pengalaman sinematis yang penuh dengan nuansa mistis Jawa dan warisan budaya yang jarang tersorot.

Dibintangi oleh Raihaanun, Morgan Oey, serta penampilan spesial maestro tari tradisional Didik Nini Thowok, film ini lahir dari kenangan masa kecil Fajar Nugros di Yogyakarta. Tak heran, detail ritual dan budaya Jawa terasa begitu otentik di layar lebar.

Sebelum menyaksikan filmnya, yuk kenalan dulu dengan beberapa unsur budaya yang muncul dalam Perempuan Pembawa Sial:

Baca Juga :   Tan Jianci hingga Zhao Lusi Warnai Tencent Video All Star Night 2025, Panggung Bintang dan Talenta Baru Asia

1. Bahu Laweyan

Cerita rakyat Jawa yang menjadi dasar kisah film ini. Konon, perempuan dengan tanda lahir sebesar koin di bahu kiri dipercaya membawa kutukan: setiap pria yang menjalin hubungan dengannya akan mati secara tragis. Inilah nasib Mirah (Raihaanun) yang menjadi pusat kisah horor ini.

2. Ngidak Endhog

Tradisi pernikahan Jawa di mana mempelai pria menginjak telur hingga pecah. Filosofinya: simbol tanggung jawab sebagai kepala keluarga serta doa agar mendapat keturunan. Namun, jika telur gagal pecah, dipercaya akan membawa kesialan bagi rumah tangga. Unsur ini hadir sebagai simbol penting dalam film.

3. Sembogo

Adegan Mbah Warso (Didik Nini Thowok) meniupkan asap rokok ke wajah Mirah terinspirasi dari ritual Sembogo. Dalam tradisi Jawa, dukun manten melakukan ini untuk memancarkan aura pengantin wanita. Di film, ritual ini justru memberi nuansa mistis yang mencekam.

Baca Juga :   Menjelang Ramadan, Risty Ang dan Giant Jay Hadirkan Refleksi Sunyi lewat “Hidup Tanpa Kata

4. Bawang dan Buah-Buahan

Simbolisme yang cerdas digunakan Fajar Nugros. Kehadiran bawang dan buah-buahan di sepanjang film seakan mengajak penonton mengupas misteri demi misteri. Bahkan, kisah rakyat populer Bawang Merah Bawang Putih dari Riau ikut diselipkan, menambah lapisan akulturasi budaya Nusantara.

5. Tembang Jawa & Mantra

Didik Nini Thowok juga melantunkan mantra yang dimodifikasi dari tembang Asmaradana. Tembang klasik Jawa ini dipercaya memiliki energi mistis, sehingga ritual dalam film terasa semakin nyata dan merindingkan.

Perempuan Pembawa Sial bukan sekadar horor penuh teriakan. Film ini adalah lorong budaya, mitos, dan simbolisme Jawa yang membawa penonton pada pengalaman berbeda: merinding sekaligus kagum.

Baca Juga :   Danyang: Mahar Tukar Nyawa, Film Horor Indonesia Berbalut Drama Cinta Keluarga Siap Tayang di 10 Negara

Catat tanggalnya: 18 September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img