JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Partai puncak sektor tunggal putra Detec International Junior Championship pekan kedua 2025 akan mempertemukan dua petenis muda andalan Indonesia, Michal Ihsan Wicaksana dan M. Akmal Junaini.
Laga final yang digelar di Lapangan Tenis Gelora Merdeka Sukoharjo pada Sabtu (7/6/2025) ini menjadi ulangan final pekan pertama turnamen yang sama.
Pertemuan antara Michal dan Akmal bukan hal baru. Keduanya telah bersaing sejak level Kejuaraan Nasional Kelompok Umur.
Bahkan, di ajang internasional, ini menjadi pertemuan ketiga antara mereka. Michal sementara ini unggul dalam catatan head-to-head, termasuk kemenangan di final seri pertama pekan lalu.
“Ini pasti menarik. Kedua petenis ini memang sudah lama bersaing, dan selalu menyajikan pertandingan yang ketat. Besok menjadi pertemuan ketiga mereka di ajang internasional, dan tentu Akmal ingin membalas kekalahan sebelumnya,” ujar Direktur Turnamen ITF J30 Sukoharjo yang juga pengelola Detec (Deddy Prasetyo Tennis Club), Anshari Nursida.
Langkah Michal ke final ditorehkan dengan meyakinkan. Unggulan ketiga itu membungkam unggulan kedua asal China, Haolong He, dengan kemenangan straight set 6-4, 6-2 di semifinal, Jumat (6/6).
Sementara itu, Akmal harus bekerja keras untuk melangkah ke partai puncak. Unggulan keempat tersebut menaklukkan seeded kedelapan asal China, Shao Zhang, lewat pertandingan tiga set yang berakhir 4-6, 6-3, 6-2.

Tak hanya dari sektor tunggal, Michal berpeluang menggandakan gelar di turnamen yang masuk dalam kalender resmi ITF World Tennis Tour Junior ini.
Bersama rekannya, Raphael Rio Suryana, Michal menjejak final ganda putra. Di partai puncak, pasangan ini akan menghadapi wakil senegara, Giftbrain Rizqzain Fahdrezy dan Rangga Wisnu Kresna Rafansyah.
Dominasi Indonesia di turnamen ini juga tampak dari sektor putri. Shinar Zahra Shukayna Heriyadi Sunggoro, unggulan teratas tunggal putri, tampil luar biasa di semifinal.
Ia menundukkan wakil China, Jihan Li, dengan skor telak 6-2, 6-0. Di final, Shinar akan menghadapi petenis non unggulan asal China, Siyun Xiao, yang sebelumnya menyingkirkan wakil Indonesia, Lailatul Fajria, dengan skor 6-2, 7-5.
Dengan capaian ini, Indonesia berpeluang besar untuk menyapu bersih gelar di turnamen ITF J30 Sukoharjo seri kedua.
Setidaknya, dari empat sektor yang dipertandingkan, tiga final sudah dipastikan akan mempertemukan wakil Merah Putih.
Hal ini menunjukkan potensi besar generasi muda tenis Indonesia dalam kancah internasional.
Turnamen Detec International Junior Championship sendiri merupakan ajang penting dalam pembinaan atlet tenis usia muda.
Gelaran yang sudah masuk kalender ITF ini menjadi wadah bagi petenis muda untuk mengumpulkan poin dunia sekaligus mengasah mental bertanding di level internasional.
Melihat performa para pemain Indonesia sepanjang turnamen, Anshari optimistis bahwa regenerasi tenis nasional berjalan ke arah yang tepat.
“Hasil ini menggembirakan. Kami tidak hanya melihat atlet yang menang, tapi juga proses dan kerja keras mereka. Ini menjadi modal penting menuju level profesional,” tandasnya.
Pertandingan final pada Sabtu (7/6) akan menjadi momen krusial bagi para petenis muda Indonesia, baik di sektor tunggal maupun ganda.
Duel Michal vs Akmal kembali menjadi sorotan utama, mengingat persaingan mereka yang ketat dan penuh gengsi.
Selain itu, penampilan Shinar dan potensi gelar di sektor ganda putra turut menambah semarak partai final.
Jika para wakil Indonesia mampu tampil maksimal, bukan tidak mungkin seluruh gelar juara akan diraih oleh tuan rumah.
Ini akan menjadi pencapaian luar biasa yang mempertegas dominasi Indonesia di turnamen ITF level junior.


