JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Deretan petenis muda Indonesia menunjukkan performa gemilang dalam turnamen Detec International Junior Championship 2025.
Bertanding di Gelora Merdeka, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (7/6), sektor putra menyapu bersih gelar juara pada pekan kedua turnamen resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) level J30 tersebut.
Tiga nama mencuri sorotan dalam turnamen ini: Akmal Junaini, Michal Ihsan Wicaksana, dan Raphael Rio Suryana.
Ketiganya merupakan binaan dari Kentoeng Tennis Academy (K7G) dan tampil dominan sepanjang gelaran.
Kemenangan ini menjadi bekal berharga bagi Akmal dan Michal jelang Seleksi Nasional SEA Games 2025 yang akan digelar di Lapangan Centre Court, Gelora Bung Karno, Jakarta, 11–15 Juni mendatang.
“Targetku bisa menampilkan permainan terbaik saja. Seleknas nanti akan jadi pengalaman yang sangat berharga. Seru bisa berlatih dengan para atlet senior terbaik Indonesia,” kata Akmal, petenis 18 tahun yang telah mengoleksi empat gelar di level junior.
Michal, yang juga akan tampil di Seleknas, memilih bersikap realistis mengingat tingginya persaingan. Hanya tersedia lima slot untuk nomor beregu yang akan dikirim ke Thailand.
“Tanpa tekanan, aku ingin menikmati prosesnya. Ini pengalaman langka bisa bersaing dengan senior,” ujar Michal.
Dalam partai final tunggal putra, Akmal tampil impresif. Ia sukses membalaskan kekalahan dari Michal di pekan pertama dengan mengalahkan kompatriotnya itu dua set langsung, 6-4, 6-4. Ini merupakan gelar perdana Akmal di level ITF.

“Di minggu kedua, mungkin banyak pemain yang mulai kelelahan. Siapa yang lebih kuat secara fisik dan mental, dia yang menang,” ungkap Akmal soal kunci keberhasilannya.
Kemenangan ini mengantarkannya meraih 30 poin peringkat dunia junior. Akmal, yang mengidolakan petenis asal Austria, Dominic Thiem, diproyeksikan menembus peringkat 750 besar dunia junior pekan depan dan mempertahankan posisinya sebagai petenis putra nomor empat Indonesia.
“Setelah ini aku akan main di tiga turnamen ITF J30 di Jakarta. Targetku kumpulkan poin sebanyak mungkin di tahun terakhir di level junior,” imbuhnya.
Meski kalah di tunggal, Michal tetap pulang dengan kepala tegak setelah menjuarai sektor ganda.
Berpasangan dengan Raphael Rio Suryana, keduanya tampil solid sebagai unggulan pertama.
Mereka menaklukkan rekan senegara yang merupakan pasangan non-unggulan, Giftbrain Rizqzain Fadhrezy/Rangga Wisnu Kresna Rafansyah, dengan skor 6-2, 7-6(4).
Gelar ini menjadi gelar ganda ITF keempat bagi Michal. Sementara bagi Raphael yang baru berusia 15 tahun, ini adalah gelar kedua setelah kemenangan mereka di ITF J30 Binh Duong, Vietnam, April lalu.
Di sisi lain, sektor putri belum mampu menyumbang gelar pada pekan kedua turnamen. Di nomor ganda, pasangan Lailatul Fajria/Callista Rosiana harus mengakui keunggulan duet Filipina/Taiwan, Jana Jelena Nicole Diaz/Ron Tzeng.
Meski sempat unggul di set pertama, mereka akhirnya kalah dramatis lewat super tie-break, 2-6, 6-2, 9-11.
Sementara di tunggal putri, unggulan pertama Shinar Zahra Shukayna Heriyadi Sunggoro gagal mempertahankan dominasinya. Ia menyerah kepada Siyun Xiao asal Tiongkok dalam dua set langsung, 4-6, 4-6.
Kekalahan tersebut memastikan sektor putri pulang tanpa gelar pada pekan kedua gelaran Detec International Junior Championship.
Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian empat turnamen resmi internasional yang digagas Deddy Prasetyo Tennis Club (Detec).
Untuk penyelenggaraan kali ini, Detec kembali menggandeng Kentoeng Tennis Academy (K7G) sebagai mitra utama.
Kerja sama antara kedua klub tenis ini dinilai sukses menyelenggarakan turnamen berkualitas sekaligus membuka kesempatan bagi petenis muda Indonesia menambah jam terbang bertanding di level internasional.
Kolaborasi ini akan berlanjut dalam ajang Turnamen Nasional yang dijadwalkan berlangsung akhir Juni 2025.


