LOS ANGELES, TERMINALNEWS.ID – Michael Jordan dikenal sebagai legenda NBA yang menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Chicago Bulls.
Selama enam gelar juara yang diraihnya, Jordan bermain dengan banyak bintang, termasuk Scottie Pippen dan Dennis Rodman.
Namun, dalam sebuah wawancara, “Air Jordan” justru mengejutkan publik ketika ditanya siapa rekan setim paling tak terhentikan sepanjang kariernya.
Alih-alih menyebut nama besar seperti Pippen atau Rodman, Jordan justru menyinggung sosok lain yang tidak banyak diperkirakan: George “Iceman” Gervin.
Kok Bukan Pippen atau Rodman?
Scottie Pippen dikenal sebagai partner setia Jordan dalam meraih enam cincin juara NBA. Pippen adalah pemain serba bisa, piawai bertahan sekaligus mampu mencetak angka.

Bahkan pada musim 1994, saat Jordan pensiun singkat, Pippen sempat rata-rata mencetak 22 poin dan 5,6 assist per laga serta finis di posisi ketiga dalam voting MVP.
Sementara itu, Dennis Rodman adalah raja rebound dengan tujuh musim beruntun mencatat lebih dari 15 rebound per laga. Namun, meski dominasinya luar biasa di area pertahanan dan papan, Rodman bukanlah tipikal pencetak angka.
Mengingat Jordan sangat menghargai kemampuan mencetak poin, wajar jika Rodman tidak dipilihnya.
George Gervin, Inspirasi di Penghujung Karier
Ternyata, sosok yang paling berkesan bagi Jordan justru datang dari awal kariernya di NBA. Pada musim 1985-1986, Jordan sempat satu tim dengan George “Iceman” Gervin di Bulls, yang saat itu tengah menjalani musim terakhirnya.

Meski sudah berusia 33 tahun dan berada di penghujung karier, Gervin masih mampu tampil impresif dengan rata-rata 16,2 poin hanya dalam 25 menit per laga. Bagi Jordan muda, performa Gervin menjadi inspirasi besar.
“Melihat George di usia itu masih bisa menunjukkan siapa dirinya sungguh luar biasa. Untuk satu momen, dia memutar kembali waktu dan benar-benar tak terhentikan,” kata Jordan.
Warisan George “Iceman” Gervin
Gervin sendiri dikenal sebagai salah satu pencetak angka terbaik sepanjang masa. Ia mencatat rata-rata 25,1 poin per pertandingan sepanjang kariernya—lebih tinggi dibanding Kobe Bryant, Karl Malone, bahkan Stephen Curry.
Selama kariernya, Gervin meraih empat gelar pencetak poin terbanyak NBA serta 12 kali tampil di All-Star Game. Pada era 1970-an hingga awal 1980-an, ia dikenal sebagai penyerang dengan gaya modern, memiliki dribel halus, tembakan lembut, dan gerakan fluid yang membuatnya dijuluki “Iceman”.
Meski hanya semusim berbagi lapangan, Jordan menilai Gervin sebagai rekan setim paling tak terhentikan yang pernah ia miliki.
Sebuah penghargaan besar dari sosok yang sendiri dianggap sebagai pencetak angka paling mematikan dalam sejarah NBA.

