DENPASAR,TERMINALNEWS.ID– Bali kembali jadi panggung kebudayaan dunia. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, meresmikan pembukaan pameran Magnum Opus of Indonesian Culture di Hotel The Meru, Sanur, Selasa (2/9).
Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovative (CHANDI) 2025 yang digelar di Denpasar pada 3–5 September 2025.
“Pameran ini adalah cara kita memperlihatkan sebagian kecil dari kekayaan ekspresi budaya Nusantara. Warisan nenek moyang kita adalah karya agung yang patut kita banggakan,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Koleksi Ikonik Nusantara
Sebanyak 121 koleksi dipamerkan, terdiri dari:
114 koleksi Museum Nasional Indonesia (alat tradisional, keris, wayang, topeng),
2 keris koleksi Fadli Zon Library,
1 kujang dari Padepokan Brojobuwono,
4 artefak batu dari Balai Pelestarian Kebudayaan XV Bali dan NTB.
Koleksi tersebut terbagi dalam empat subtema: alat musik, senjata tradisional, wayang dan topeng, serta artefak batu periode Hindu-Buddha. Beberapa di antaranya sudah diakui UNESCO, seperti Wayang (2003) dan Keris (2008).
Nuansa Bersejarah
Yang membuat pameran ini semakin istimewa adalah lokasinya di Hotel Bali Beach (kini The Meru Sanur), hotel bersejarah yang dibangun atas gagasan Presiden Soekarno pada 1962.
“Dengan 17.000 pulau, 280 juta penduduk, 1.340 etnis, dan 718 bahasa, Indonesia bukan sekadar beragam, tapi Mega Diversity. Budaya adalah kekuatan pemersatu bangsa dan kita harap juga mempersatukan dunia,” tambah Menbud.
Diplomasi Budaya
Hadir pula dalam pembukaan, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, Kepala Museum dan Cagar Budaya Abi Kusno, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia Putu Supadma Rudana, serta para delegasi CHANDI 2025.
Melalui pameran ini, Indonesia tak hanya menunjukkan kekayaan budaya kepada publik, tapi juga mengirim pesan diplomasi: warisan budaya Nusantara adalah kekuatan yang menyatukan dan memberi inspirasi bagi masa depan.|Foto : Istimewa.

