JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Dito Ariotedjo melakukan kunjungan ke sekolah animasi non-formal Does University yang berlokasi di Godean, Sleman, Yogyakarta, pada Senin (12/5/2025).
Dalam kunjungannya, Menpora Dito memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan dan pengembangan Does University sebagai pusat pembelajaran kreatif yang diharapkan mampu mencetak generasi muda kompeten di bidang industri kreatif nasional.
Kunjungan tersebut diawali dengan peninjauan langsung ke ruang-ruang belajar, di mana puluhan siswa tengah mengikuti sesi pembelajaran praktis seperti animasi 3D, desain antarmuka, hingga sinematografi.
Menpora Dito menyampaikan apresiasinya atas pendekatan pendidikan yang diterapkan di Does University, yang menitikberatkan pada pengembangan bakat dan minat siswa secara langsung dan praktikal.
“Bagus ini. Anak-anak bisa lebih mendalami tentang pengembangan animasi dan bidang kreatif lainnya. Ini contoh pendidikan alternatif yang layak dikembangkan,” ujar Menpora Dito di sela-sela kunjungannya.
Ia juga menyatakan kesiapan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk menjalin kolaborasi lebih lanjut guna mendukung pembinaan generasi muda di sektor industri kreatif.
“Kami tentu mendukung dan siap berkolaborasi. Silakan dilanjutkan komunikasinya agar ke depan bisa lebih konkret,” tegasnya.
Does University sendiri merupakan sekolah non-formal gratis yang didirikan oleh musisi Erix Soekamti, vokalis sekaligus bassist grup musik Endank Soekamti.
Lembaga ini menawarkan pendidikan berbasis bakat bagi anak-anak muda yang memiliki minat kuat di bidang kreatif, tanpa dipungut biaya sedikit pun.
Kepala Does University, Trio Rizky, menjelaskan bahwa minat masyarakat terhadap sekolah ini sangat tinggi.
Namun karena keterbatasan fasilitas dan ruang belajar, pihaknya hanya mampu menampung sekitar 40 murid dalam satu angkatan setiap tahunnya.
“Setiap tahun pendaftarnya bisa mencapai enam ratus orang. Tapi kami hanya bisa menerima empat puluh siswa saja, sesuai kapasitas. Proses seleksinya cukup ketat. Meski gratis, siswa yang diterima harus memiliki minat kuat, komitmen tinggi, dan bersedia mengikuti program karantina selama satu setengah tahun,” jelas Trio.
Saat ini, Does University memiliki lima program studi unggulan, yakni 3D Animation, 3D Modeling, Software Development, UI/UX Design, dan Cinematography.
Semua bidang studi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif digital yang terus berkembang pesat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Trio, Does University saat ini telah memasuki angkatan ke-10 sejak pertama kali didirikan.
Beberapa alumni telah menunjukkan prestasi membanggakan dengan terlibat langsung dalam berbagai proyek industri kreatif, termasuk dalam produksi film animasi nasional.
“Saat ini, sejumlah alumni kami sudah berkontribusi dalam film animasi Indonesia. Yang terbaru, beberapa di antaranya terlibat dalam film animasi berjudul Jumbo. Ini jadi bukti bahwa pendidikan yang kami terapkan relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkapnya.
Keberadaan Does University juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan, terutama karena konsep pendidikannya yang unik.
Selain gratis, pendidikan di sini juga bersifat karantina dan menekankan pembentukan karakter serta kedisiplinan siswa.
Kunjungan Menpora Dito ke kampus kreatif ini dinilai sebagai angin segar bagi pendidikan non-formal berbasis industri kreatif di Indonesia.
Kehadirannya memberi harapan besar bagi lembaga serupa untuk mendapatkan perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah.
Menpora Dito dalam beberapa kesempatan memang kerap mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif di kalangan generasi muda, termasuk di sektor digital dan teknologi.
Kunjungan ke Does University menjadi bagian dari upayanya untuk menjaring lebih banyak institusi pendidikan alternatif yang mampu memfasilitasi potensi anak muda secara konkret.
Dengan semakin berkembangnya industri kreatif di Indonesia, khususnya di sektor animasi, desain digital, dan pengembangan perangkat lunak, pendidikan seperti yang diterapkan di Does University berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga daya saing global.

