LONDON, TERMINALNEWS.ID – Mantan pemain Liverpool dan Inggris U-21, Jordon Ibe, dilaporkan telah ditangkap polisi. Insiden tersebut terjadi pada Januari lalu saat Ibe tiba di Bandara Luton. Saat ini, pemain berusia 30 tahun itu telah dibebaskan dengan jaminan.
Nama Ibe sempat digadang-gadang sebagai calon bintang besar Liga Inggris. Ia bahkan disebut-sebut sebagai penerus alami Raheem Sterling di sektor sayap setelah Sterling hengkang ke Manchester City pada 2015. Eks pemain Liverpool, John Aldridge, pernah memuji bakat Ibe dan menyebutnya sebagai pemain dengan potensi besar sejak usia remaja.
Namun, hanya setahun setelah pujian tersebut, karier Ibe mulai berbelok. Ia meninggalkan Liverpool untuk bergabung dengan Bournemouth dalam transfer senilai 15 juta poundsterling. Sejak saat itu, performanya dinilai terus menurun hingga akhirnya berkelana dari satu klub ke klub lain.
Menurut laporan media Inggris, Ibe didakwa atas dugaan penganiayaan yang terjadi pada pertengahan Desember 2025. Ia ditangkap di Bandara Luton pada 30 Januari sebelum dibawa ke tahanan polisi untuk diperiksa.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara kepolisian menyebut Ibe telah didakwa melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka fisik. Ia dijadwalkan hadir di Pengadilan Magistrat Croydon pada 6 Maret 2026.
Kedatangan Ibe ke Inggris saat itu juga berkaitan dengan kasus terpisah. Ia mengakui menggunakan resep ilegal untuk mendapatkan obat insomnia zolpidem dan dijatuhi denda sebesar 230 poundsterling, ditambah biaya perkara dan denda tambahan lainnya.
Selama membela Bournemouth, Ibe mencatatkan 92 penampilan namun hanya mampu mencetak lima gol. Setelah itu, ia sempat bergabung dengan Derby County, klub Turki Adanaspor, hingga beberapa tim non-liga.
Pada 2025, Ibe menandatangani kontrak dengan klub Bulgaria Lokomotiv Sofia, yang menjadi klub ke-13 dalam perjalanan kariernya. Meski sudah berada di Bulgaria sejak November, hingga kini ia belum melakoni debut resminya.
Di tengah perjalanan karier yang penuh pasang surut, Ibe juga sempat mengungkapkan perjuangannya melawan depresi. Ia mengaku berada di titik gelap dalam hidupnya dan merasa kesulitan menjalani keseharian, terlepas dari sorotan media terhadap namanya.
Kasus hukum yang kini menjeratnya kembali menambah panjang daftar tantangan dalam karier dan kehidupan pribadi mantan wonderkid sepak bola Inggris tersebut.

