JAKARTA, TERMINALNES.CO – Penyerang Manchester City, Erling Haaland, diduga melontarkan sindiran tajam kepada rekan setimnya, Ederson, usai kekalahan mengejutkan The Citizens dari Al Hilal dalam laga Piala Dunia Antarklub 2025.
Pada pertandingan yang berlangsung Senin malam waktu setempat, Manchester City harus menyerah 3-4 dari wakil Arab Saudi, Al Hilal, lewat babak perpanjangan waktu.
Gol-gol Al Hilal dicetak oleh Marcos Leonardo, Malcom, dan Kalidou Koulibaly. Sementara City mencetak gol lewat Bernardo Silva, Haaland, dan Phil Foden.
Dengan hasil ini, Al Hilal akan melanjutkan kiprahnya di babak perempat final menghadapi Fluminense yang sebelumnya menyingkirkan Inter Milan.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada momen usai pertandingan, ketika Haaland tertangkap kamera sedang berbincang dengan kiper Al Hilal, Yassine Bounou.

Para penggemar di media sosial berspekulasi bahwa Haaland sempat mengajak Bounou untuk bergabung ke City dengan mengatakan, “Come to City”, yang ditafsirkan sebagai sindiran terhadap Ederson.
Komentar dari warganet pun bermunculan. Salah satu fans menulis, “Apa maksudnya ke Ederson?” Sementara yang lain menimpali, “Dia sudah lelah dengan Ederson, kita semua juga.” Komentar lain menyebut, “Bro ingin Ederson pergi,” dan “Bro sudah muak dengan Ederson.”
Performa Ederson memang menuai kritik setelah diketahui bahwa penyelamatan pertamanya dalam laga tersebut baru terjadi di menit ke-112—momen yang justru berujung gol bagi Al Hilal.
Beberapa pekan terakhir, kiper asal Brasil itu juga santer dikabarkan akan hengkang dari Etihad Stadium, meskipun kemudian ia menyatakan ingin tetap bertahan di Manchester City.
Pelatih City, Pep Guardiola, turut memberikan pujian kepada Yassine Bounou usai laga.

“Sayang sekali. Kami sedang dalam kondisi bagus. Saya tidak bisa cukup berterima kasih kepada staf dan pemain atas kerja keras mereka,” ujar Guardiola.
“Bounou membuat banyak penyelamatan luar biasa. Tak banyak yang bisa dikatakan. Saya merasa tim sudah bermain baik. Sekarang saatnya pulang, istirahat, dan bersiap untuk musim berikutnya.”
Guardiola juga menambahkan, “Saya melihat banyak hal positif, termasuk hubungan antara pemain dan staf. Kami punya banyak peluang, tapi mereka bertahan sangat dalam dan Bounou tampil gemilang. Namun pada akhirnya, Anda harus bisa mencetak gol dan lebih klinis.”


