PARIS, TERMINALNEWS.ID – Paris Saint-Germain (PSG) memastikan langkah mereka ke final Liga Champions 2024/2025 setelah menyingkirkan Arsenal dengan agregat 3-1, dalam laga leg kedua semifinal yang berlangsung di Stadion Parc des Princes, Rabu (7/5) malam waktu setempat. PSG akan menghadapi Inter Milan di partai puncak.
Meski tampil sebagai tim tamu, Arsenal langsung menggebrak sejak menit pertama. Dalam delapan menit awal, The Gunners menciptakan tiga peluang emas yang nyaris membuahkan gol.
Namun, kiper PSG Gianluigi Donnarumma tampil luar biasa dengan menggagalkan dua peluang matang, termasuk penyelamatan rendah yang brilian atas tembakan Martin Odegaard. Declan Rice juga nyaris mencetak gol lewat sundulannya yang hanya meleset tipis dari gawang.
PSG yang sempat tertekan di awal laga menunjukkan tajinya pada menit ke-17 lewat tembakan melengkung Khvicha Kvaratskhelia yang membentur tiang.
Tekanan berbalik menjadi milik tuan rumah, dan pada menit ke-27 Fabian Ruiz membuka keunggulan PSG lewat sepakan voli keras usai menerima bola hasil sapuan tak sempurna dari Thomas Partey. Skor 1-0 (agregat 2-0) bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, Arsenal kembali mendapatkan peluang namun kembali digagalkan oleh Donnarumma yang tampil sebagai tembok kokoh di bawah mistar. Hingga menit ke-65, kiper timnas Italia itu mencatatkan tiga penyelamatan kelas dunia.
Petaka datang bagi Arsenal ketika Myles Lewis-Skelly dianggap melakukan handball usai tinjauan VAR. Meski penalti yang dieksekusi Vitinha berhasil ditepis oleh David Raya, hanya tiga menit berselang PSG kembali mencetak gol melalui Achraf Hakimi yang melepas tembakan melengkung indah ke pojok bawah gawang, membuat skor menjadi 2-0 (agregat 3-0).
Bukayo Saka sempat membuka harapan Arsenal lewat golnya di menit ke-76 setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang. Namun, hingga laga usai skor 2-1 untuk kemenangan PSG tidak berubah. Agregat 3-1 mengantar Les Parisiens melaju ke final menghadapi Inter Milan.
Statistik Pertandingan PSG vs Arsenal
| Statistik | PSG | Arsenal |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola (%) | 46 | 54 |
| Tembakan | 11 | 19 |
| Tembakan ke Gawang | 6 | 4 |
| Sepak Pojok | 2 | 6 |
| Penyelamatan | 3 | 4 |
| Kartu Kuning | 2 | 4 |
Rating Pemain PSG:
-
Gianluigi Donnarumma (8.5 – Man of the Match): Tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial.
-
Achraf Hakimi (8): Solid bertahan dan mencetak gol indah penentu kemenangan.
-
Marquinhos (5.5): Kalah duel fisik dan kurang sigap saat kebobolan.
-
Willian Pacho (7.5): Banyak melakukan blok penting.
-
Nuno Mendes (6.5): Bertarung ketat dengan Saka.
-
Vitinha (7): Bagus dalam distribusi bola, namun gagal mengeksekusi penalti.
-
Joao Neves (7.5): Energik dan cerdas di lini tengah.
-
Fabian Ruiz (8.5): Mencetak gol spektakuler dan aktif di tengah.
-
Bradley Barcola (6.5): Kurang tajam saat berhadapan satu lawan satu.
-
Desire Doue (7.5): Merepotkan pertahanan Arsenal dengan kecepatannya.
-
Khvicha Kvaratskhelia (6.5): Hampir mencetak gol lewat tembakan ke tiang.

Rating Pemain Arsenal:
-
David Raya (8): Menyelamatkan penalti dan lakukan beberapa penyelamatan penting.
-
Jurrien Timber (7.5): Tampil solid dan aktif dalam menyerang.
-
William Saliba (6.5): Cukup baik dalam distribusi dan bertahan.
-
Jakub Kiwior (5.5): Bermain tidak stabil dan terlibat dalam kebobolan kedua.
-
Myles Lewis-Skelly (6.5): Bermain cukup baik, meski terkena hukuman penalti yang kontroversial.
-
Thomas Partey (6.5): Kurang agresif dalam menutup ruang saat gol kedua PSG.
-
Declan Rice (6): Aktif tapi kurang akurat dalam umpan silang.
-
Martin Odegaard (6): Dominan dalam penguasaan bola tapi minim kontribusi nyata.
-
Bukayo Saka (8): Ancaman utama Arsenal dan mencetak satu gol.
-
Mikel Merino (5): Tidak memberi dampak berarti di lini depan.
-
Gabriel Martinelli (6.5): Mengancam di babak pertama, tapi menghilang di babak kedua.
Final Liga Champions UEFA 2025: PSG vs Inter Milan
Setelah menyingkirkan Arsenal, PSG akan menghadapi Inter Milan di partai final yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Mampukah PSG meraih gelar pertamanya di kompetisi paling bergengsi Eropa ini?

