LONDON, TERMINALNEWS.ID – Musim Premier League 2025/26 memasuki fase krusial bagi seluruh 20 klub. Memasuki “business end” musim, perebutan gelar juara hingga tiket Liga Champions semakin sengit.
Saat ini, Arsenal asuhan Mikel Arteta berada di posisi terdepan dan berpeluang mengakhiri penantian panjang gelar liga. Namun, Manchester City yang dilatih Pep Guardiola masih menjadi ancaman serius.
Di sisi lain, Liverpool yang ditangani Arne Slot justru tampil inkonsisten, meski telah menghabiskan dana besar sekitar £400 juta (sekitar Rp8 triliun). Mereka kini hanya menjadi pesaing di perebutan empat besar, dengan lima besar cukup untuk mengamankan tiket Liga Champions.
Klasemen Sementara
- Arsenal – 70 poin
- Manchester City – 64 poin
- Manchester United – 55 poin
- Aston Villa – 55 poin
Meski demikian, dengan sejumlah laga tersisa, segala kemungkinan masih bisa terjadi—seperti yang pernah dibuktikan Leicester City saat juara musim 2015/16.

Manchester City terus menempel Arsenal di puncak klasemen. Ketajaman Erling Haaland menjadi andalan utama, sementara lini belakang mulai membaik setelah kedatangan Marc Guehi pada bursa transfer musim dingin.
Namun, City sempat kehilangan poin melawan Nottingham Forest dan West Ham United, meski sukses bangkit dengan kemenangan 3-0 atas Chelsea.
Laga penentuan akan terjadi pada 19 April 2026 saat City menjamu Arsenal di Etihad Stadium. Pertandingan ini berpotensi menjadi penentu gelar.
Setelah itu, City masih harus menghadapi tim-tim seperti Brentford dan Aston Villa di pekan terakhir.
Performa Manchester United meningkat sejak ditangani pelatih interim Michael Carrick menggantikan Ruben Amorim.
Meski kini berada di posisi ketiga, peluang mereka mengejar Arsenal dan City cukup kecil. Terlebih, jadwal yang dihadapi tergolong berat.
Setelah menghadapi Leeds United, United harus melakoni laga sulit melawan Chelsea, Brentford, dan Liverpool secara beruntun. Mereka juga akan bertandang ke markas Sunderland.
Aston Villa sempat terseok di awal musim, namun berhasil bangkit dan kini bersaing di papan atas.

Tim asuhan Unai Emery kini lebih realistis memburu tiket Liga Champions. Namun, mereka memiliki jadwal akhir yang berat, termasuk menghadapi Liverpool dan Manchester City di dua laga terakhir.
Arsenal menjadi tim dengan jadwal tersisa paling ringan dibanding pesaingnya. Dari 32 laga, mereka telah meraih 21 kemenangan, dengan lini pertahanan solid sebagai kunci sukses.
Meski sempat menunjukkan tanda-tanda gugup, The Gunners tetap difavoritkan meraih gelar pertama sejak musim 2003/04.
Setelah menghadapi Manchester City, Arsenal hanya akan bertemu tim-tim seperti Fulham, West Ham, Burnley, dan Crystal Palace—yang secara statistik memiliki posisi klasemen lebih rendah.
Persaingan gelar Premier League musim ini masih terbuka lebar. Arsenal memang berada di posisi terdepan, tetapi Manchester City tetap menjadi ancaman nyata. Sementara itu, Manchester United dan Aston Villa harus berjuang ekstra keras demi mengamankan tiket Liga Champions.


