TERMINALNEWS.ID, MIAMI – LeBron James dikenal sebagai salah satu pemain basket terbaik sepanjang masa. Bintang Los Angeles Lakers itu memulai karier NBA pada usia 18 tahun dan selama lebih dari dua dekade menjadi salah satu wajah utama liga basket paling bergengsi di dunia.
Kini memasuki usia 41 tahun, LeBron masih mampu tampil di level tertinggi. Pemain yang memegang rekor pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA tersebut juga merupakan peraih empat penghargaan MVP NBA dan pemilik rekor pertandingan beruntun terpanjang dengan setidaknya mencetak satu poin.
Dengan kombinasi kekuatan fisik, kecepatan, dan atletisme yang luar biasa, sangat sedikit pemain yang mampu menghentikan dominasi LeBron di lapangan. Namun, menurut sang megabintang, ada satu pemain yang memberikan tantangan terbesar sepanjang kariernya.
LeBron Pilih Metta Sandiford-Artest sebagai Bek Terbaik yang Pernah Dihadapi
Dalam sebuah episode podcast Mind the Game bersama legenda NBA Steve Nash, seorang penggemar meminta keduanya menyebutkan pemain bertahan terbaik yang pernah mereka hadapi.
Tanpa berpikir lama, LeBron langsung menyebut nama Metta Sandiford-Artest.
Pemain yang sebelumnya dikenal sebagai Ron Artest dan kemudian berganti nama menjadi Metta World Peace itu menjalani karier NBA selama 18 musim bersama sejumlah tim, termasuk Chicago Bulls, Sacramento Kings, dan Lakers.
Namun, Artest paling dikenal saat membela Indiana Pacers, di mana ia memenangkan penghargaan Defensive Player of the Year pada 2004. Ia juga menjadi salah satu tokoh utama dalam insiden kontroversial “Malice at the Palace” yang melibatkan bentrokan antara pemain Pacers dan suporter Detroit Pistons.
Sepanjang kariernya, Artest terkenal berkat permainan bertahan yang agresif, fisik yang kuat, serta intensitas tinggi saat menjaga lawan.
Pengakuan LeBron
Mengenang duel-duelnya melawan Sandiford-Artest, LeBron memberikan pujian tinggi kepada mantan forward tersebut.
“Ron Artest, yang sekarang dikenal sebagai Metta World Peace, luar biasa dalam menggunakan tangannya saat bertahan. Dia juga sangat kuat. Saya menghadapi dia pada tahun-tahun awal karier saya ketika dia masih bermain untuk Indiana,” ujar LeBron.
“Itu sangat menantang. Dia mungkin salah satu pemain bertahan terbaik yang pernah saya hadapi.”
Pujian tersebut terasa istimewa mengingat LeBron telah berhadapan dengan banyak pemain bertahan elite sepanjang kariernya sejak direkrut oleh Cleveland Cavaliers pada NBA Draft 2003.
Mengalahkan Nama-Nama Besar
Selama lebih dari 20 tahun di NBA, LeBron telah berduel dengan sejumlah pemain bertahan terbaik dalam sejarah liga, termasuk Kawhi Leonard, Gary Payton, dan Ben Wallace.
Meski demikian, Sandiford-Artest menjadi sosok yang paling membekas di ingatan LeBron. Bahkan hampir satu dekade setelah mantan pemain tersebut pensiun dari NBA, kesan yang ditinggalkannya masih melekat kuat pada sang pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah liga.
Pengakuan LeBron ini semakin menegaskan reputasi Metta Sandiford-Artest sebagai salah satu spesialis pertahanan terbaik yang pernah bermain di NBA, sekaligus menunjukkan betapa sulitnya menghadapi pemain dengan kombinasi kekuatan fisik, kecerdasan bertahan, dan mentalitas kompetitif seperti dirinya.


