BerandaNasionalKunto Aji di Mimbar...

Kunto Aji di Mimbar Bebas DKJ: “Musisi Tak Hanya Urus Royalti”

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar Mimbar Bebas di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (1/9). Forum ini menghadirkan seniman, musisi, sastrawan, hingga aktivis untuk menyuarakan keresahan atas situasi sosial-politik terkini.

Salah satu yang naik ke panggung adalah musisi Kunto Aji. Pelantun Rehat itu menegaskan kehadirannya bukan sekadar menanggapi aksi joget pejabat yang sempat viral, melainkan keresahan yang lebih dalam.

“Kita disuguhi pejabat yang bicara tanpa konsekuensi. Bahkan ada yang mengatakan ‘makan duit haram kecil-kecilan gak apa-apa’. Sangat ironis di kondisi negara seperti ini,” ucap Kunto Aji dengan suara meninggi.

Ia menyoroti kebutuhan akan wakil rakyat yang benar-benar cerdas, mengayomi, dan tahu arah bangsa. Menurutnya, masyarakat saat ini justru diliputi kebingungan.

Baca Juga :   Wagub Rano Ajak PPSU dan Petugas Gulkarmat Nobar Film Pengepungan di Bukit Duri Karya Joko Anwar

“Saya jujur gak bisa membaca ke mana arah Indonesia. Yang ada hanya keresahan. Karena itu, saya mewakili teman-teman musisi ingin mengingatkan: serangan jangan horizontal. Dan bagi yang punya platform, jangan diam,” tegasnya.

Kunto Aji mengajak rekan-rekan musisi untuk tidak takut bersuara. “Kita didengar dan suara kita diperlukan,” katanya. Ia juga menutup pernyataan dengan penegasan: “Musisi di sini gak cuma urusin masalah royalti.”

Selain Kunto Aji, mimbar bebas ini juga diisi oleh akademisi Melani Budianta, penulis Dhianita Kusuma, sastrawan Eka Kurniawan dan Ayu Utami, aktivis Yuli dari marsinah.id, serta sederet nama lain dari dunia seni dan advokasi, seperti Joko Anwar, Seno Gumira Ajidarma, Reda Gaudiamo, hingga kelompok Kontras.

Baca Juga :   Pengurus Pusat SMSI 2024-2029 Dikukuhkan Bersama Pelantikan Forum Pemred SMSI di Dewan Pers

Gelaran DKJ ini menjadi ruang konsolidasi suara lintas bidang, memperlihatkan bagaimana seniman dan intelektual kembali mengambil peran kritis dalam kehidupan publik.|Foto : Instagram@kuntoajiw

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -

spot_img