JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Kawasan wisata Kota Tua, Kecamatan Tamansari, akan mengalami pengetatan lalu lintas mulai akhir Januari hingga Februari menyusul digelarnya rangkaian kegiatan Jakarta Kota Sinema dan perayaan Imlek. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat menyiagakan 110 personel untuk mencegah kemacetan dan penumpukan kendaraan di kawasan tersebut.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, mengatakan rekayasa lalu lintas menjadi langkah antisipatif mengingat tingginya mobilitas pengunjung setiap kali agenda besar digelar di Kota Tua.
“Fokus kami bukan hanya pengaturan jalan, tapi memastikan arus kendaraan tetap bergerak meski aktivitas masyarakat meningkat,” ujar Susilo, Sabtu (17/1).
Petugas akan disebar di tiga ruas jalan krusial, yakni Jalan Teh, Jalan Cengkeh, dan Jalan Kunir II Dalam, serta dua titik kegiatan utama di Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga. Seluruh personel dibagi ke dalam tiga sif untuk menjaga pengawasan berlangsung penuh sepanjang hari.
Penutupan jalan dilakukan secara bertahap. Jalan Teh ditutup pada 30–31 Januari, disusul Jalan Cengkeh pada 3–7 Februari. Sementara Jalan Kunir II Dalam dijadwalkan ditutup pada 26 Februari. Khusus di Jalan Cengkeh, penutupan juga berdampak pada lokasi sementara (loksem) pedagang yang tidak beroperasi pada 31 Januari hingga 1 Februari.
Susilo menegaskan, masyarakat diimbau tidak memaksakan melintas di area terdampak dan segera menyesuaikan rute perjalanan. “Kami minta pengendara patuh pada arahan petugas agar tidak terjadi kepadatan yang berujung kemacetan panjang,” katanya.
Dinas Perhubungan berharap rekayasa lalu lintas ini mampu menjaga kenyamanan pengunjung tanpa mengorbankan kelancaran aktivitas warga sekitar Kota Tua.|Foto : Istimewa


