BerandaNewsEsai & OpiniKetika Teman Satu Persatu...

Ketika Teman Satu Persatu Pulang: Pelajaran Hidup di Usia 50+

OLEH: Nabil M. Salim

SEMAKIN bertambah usia, semakin banyak hal yang diam-diam mengubah cara kita memandang hidup.

Dulu, yang membuat hati gelisah adalah soal pekerjaan, pencapaian, dan bagaimana agar terlihat berhasil di mata orang lain. Sekarang, yang lebih sering membuat hati terdiam justru kabar tentang teman yang satu per satu dipanggil pulang.

Ada yang dulu sering bercanda bersama.
Ada yang dulu selalu hadir di setiap cerita hidup.
Kini namanya tinggal dalam doa.

Di usia 50 tahun ke atas, kita mulai sadar bahwa hidup ternyata bukan perlombaan tentang siapa yang paling lama bertahan. Hidup adalah perjalanan tentang siapa yang paling siap ketika waktunya tiba.

Baca Juga :   Seandainya pesepeda di Jakarta Mendapatkan Insentif

Rambut yang mulai memutih, tenaga yang perlahan berkurang, dan tubuh yang tidak lagi sekuat dulu sebenarnya bukan sekadar tanda usia. Semua itu adalah nasihat lembut dari Allah agar hati mulai lebih banyak mengingat akhir perjalanan.

Yang dulu terasa penting, perlahan mulai kehilangan makna. Keinginan untuk dipuji mulai melelahkan. Keinginan memiliki semua hal mulai meredup.

Di usia ini, hati hanya ingin tenang.

Dan ternyata, ketenangan itu bukan datang dari banyaknya harta atau ramainya rumah. Yang paling menenangkan justru ketika shalat terasa lebih khusyuk, doa terasa lebih dekat, dan hati mulai ikhlas menerima hidup apa adanya.

Kita juga mulai belajar bahwa tidak semua harus dimiliki. Tidak semua harus dibalas. Tidak semua harus dipikirkan terlalu dalam.

Baca Juga :   Catatan Dari Panggung Jakarta Rocktober 2025: Distorsi Gitar Bertemu Dentuman EDM di Panggung Tease Club

Karena hidup ini sementara.

Saat melihat semakin banyak orang yang pergi mendahului kita, hati seperti diingatkan setiap hari bahwa suatu saat kita juga akan menyusul. Bukan untuk ditakuti, tetapi untuk disiapkan.

Maka selagi masih diberi waktu, perbanyaklah hal yang menenangkan jiwa. Perbanyak zikir. Perbanyak memaafkan. Perbanyak bersyukur. Dan jangan biarkan umur bertambah tanpa amal yang ikut bertambah.dan satu lagi perbanyak sholat

Sebab di akhir nanti, yang paling berharga bukan tentang seberapa banyak dunia yang pernah kita kumpulkan, tetapi tentang seberapa dekat hati kita kepada Allah saat pulang.

#Usia50Plus #RenunganHidup #HijrahHati #BekalAkhirat #HusnulKhatimah

*Nabil M. Salim pemerhati sosial

7f49d3f6 d237 4b34 b452 b8e54909a8d7
Nabil M Salim

 

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Andy Burnham Dapat Sorotan Usai Bela Pemilik Manchester City di Tengah Vonis 115 Pelanggaran

TERMINALNEWS.ID, MANCHESTER — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menuai sorotan setelah...

Reghi Perdana: LokaModal Menjadi Upaya Kita untuk Perluas Pembiayaan non-KUR Bagi Pengusaha Mikro

TERMINALNEWS.ID, CIANJUR - Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Reghi...

Doddy AM: UMKM Perlu Adaptif Terhadap Perkembangan Teknologi. AI Dapat Menjadi Salah Satu Alat untuk Mendukung Pengembangan Usaha

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang mengatakan,...

Ferry Juliantono: Pentingnya Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, Komunitas, dan Koperasi

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA - Menkop, Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi kepada Syarikat Islam...

- A word from our sponsors -