JAKARTA, TERMINALNEWS.I PSF FA semakin terbenam di papan bawah klasemen sementara Grup Merah Liga Jakarta U-17 2026 setelah menelan kekalahan 1-2 dari Farama FC pada pekan ketiga di Lapangan PSF Pancoran, Minggu (5/7/2026). Hasil tersebut membuat PSF FA baru mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, sedangkan Farama FC naik ke peringkat keempat dengan empat poin.
Farama FC tampil lebih efektif sejak awal pertandingan. Meski kedua tim memperagakan permainan terbuka, Farama mampu memanfaatkan setiap peluang yang diperoleh untuk menekan pertahanan PSF FA.
Keunggulan Farama FC dibuka oleh Indra Pratama pada menit ke-19. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim hingga mampu menggandakan skor melalui sang kapten, Muamar Fathir Arasya, pada menit ke-29. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Satu gol tambahan Farama disumbang oleh Abdulah Y. Azzam pada menit 42.

PSF FA berusaha bangkit pada babak kedua dengan meningkatkan intensitas serangan. Sejumlah peluang sempat tercipta, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan. Gol hiburan baru lahir pada menit ke-69 melalui Muhammad Rayyan Assadil Azam, namun tidak cukup untuk menghindarkan PSF FA dari kekalahan.
Pelatih PSF FA, Supriono, mengakui hasil tersebut tidak lepas dari kondisi tim yang belum ideal. Menurutnya, minimnya kehadiran pemain saat latihan berdampak langsung terhadap koordinasi permainan di lapangan.
“Materi pemain memang pas-pasan. Saat latihan pun tidak pernah lengkap, sehingga ketika menerapkan strategi kami tidak bisa berbuat banyak, terutama dalam membangun koordinasi antarsektor,” ujar Supriono.
Ia menambahkan banyak pemain mengalami kram sepanjang pertandingan, yang menurutnya mencerminkan kondisi sesungguhnya tim saat ini.
“Kami berharap ada komitmen yang lebih besar dari pemain dan dukungan orang tua. Anak-anak jangan hanya hadir saat pertandingan, tetapi juga rutin mengikuti latihan agar perkembangan tim bisa lebih baik,” katanya.
Di kubu pemenang, pelatih Farama FC Hilma Akbar menilai kesiapan tim menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Ia menyebut para pemainnya memiliki kematangan usia yang membuat mereka mampu menjaga ritme permainan di tengah cuaca panas.
“Secara kualitas permainan kedua tim relatif berimbang. Namun kami lebih siap dan memiliki pemain yang secara usia lebih matang. Saat pertandingan berlangsung dalam cuaca panas, kami mampu memanfaatkan kondisi itu untuk mengonversi peluang menjadi gol,” ujar Hilma.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Farama FC untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Sebaliknya, PSF FA harus segera berbenah jika ingin keluar dari papan bawah dan menjaga peluang bersaing pada laga-laga berikutnya.


