JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Festival musik jazz terbesar di Indonesia, Java Jazz Festival, memastikan akan tetap menggandeng perusahaan tambang nasional sebagai sponsor utama untuk gelaran tahun 2026 mendatang.
Keputusan ini disampaikan langsung oleh sang pendiri, Peter F. Gontha, yang menegaskan bahwa pihaknya tak gentar menghadapi potensi boikot dari sejumlah musisi Tanah Air.
“(Perusahaan tambang) mau terus dan kita juga disponsori oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun depan,” ujar Peter Gontha kepada wartawan belum lama ini

Sikap tegas Peter ini muncul di tengah hangatnya isu soal sponsor tambang di dunia musik Indonesia. Seperti diketahui, sebelumnya lebih dari 40 musisi—termasuk Bilal Indrajaya, Efek Rumah Kaca, dan .Feast—memutuskan mundur dari Pestapora 2025 setelah mengetahui adanya sponsor dari sektor tambang.
Namun bagi Java Jazz, kerja sama dengan sponsor dari industri tersebut dianggap bukan masalah besar.
“Itu pilihan masing-masing musisi. Masih banyak kok anak-anak yang mau tampil. Lebih banyak yang mau tampil daripada yang boikot,” tegas Peter.
Pria yang dikenal sebagai tokoh penting di balik suksesnya festival musik jazz ini juga mengaku sudah terbiasa menghadapi kritik publik.
“Kita jalan di trotoar aja pasti ada yang komentar, apalagi bikin acara segede ini,” ujarnya santai.
Peter menilai, kritik baru menjadi masalah kalau datang secara masif.
“Kalau dari seribu orang ada sembilan ratus yang protes, ya itu baru kita pikirin. Tapi kalau cuma sepuluh persen yang kritik, ya biarin aja deh,” tutupnya dengan nada ringan.
Terlepas dari pro dan kontra, Java Jazz 2026 dipastikan tetap hadir dengan konsep megah dan deretan musisi lokal-internasional yang diklaim lebih beragam dari tahun-tahun sebelumnya.
Satu hal yang jelas: festival ini siap melangkah, meski diiringi nada-nada sumbang dari sebagian publik.|Foto : Istimewa


