BerandaEntertainmentIndonesia Tantang Dunia Lewat...

Indonesia Tantang Dunia Lewat “Protokol Jakarta”: Revolusi Global Tata Kelola Royalti Musik

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Di tengah derasnya arus digitalisasi musik dunia, Indonesia melangkah berani. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Kementerian Luar Negeri tengah menggagas “Protokol Jakarta”, sebuah inisiatif yang digadang menjadi standar baru tata kelola royalti global—lahir dari semangat keadilan bagi para pencipta.

Langkah ini bukan sekadar diplomasi teknis, melainkan deklarasi politik budaya: bahwa karya musisi Indonesia berhak mendapatkan tempat yang setara dalam ekosistem musik dunia.

“Kita ingin mengakhiri era ketimpangan data dan royalti yang tak berpihak pada pencipta. Protokol Jakarta hadir untuk menghadirkan sistem yang transparan, akurat, dan berkeadilan,” ujar Razilu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, di Jakarta (3/10).

Dari Jakarta ke Dunia: Misi Memperbaiki Sistem yang Rusak

Selama ini, banyak lagu Indonesia yang beredar di platform global—Spotify, YouTube, Apple Music—tidak tercatat dengan benar melalui kode internasional seperti ISRC (International Sound Recording Code) atau ISWC (International Standard Musical Work Code).

Baca Juga :   Peringati Hari Musik Nasional ke-12: Kemenekraf dorong Ekosistem Musik yang Lebih Maju

Akibatnya, royalti justru mengalir ke luar negeri, ke agregator atau lembaga pengelola asing.

Menurut studi berbagai lembaga internasional, kebocoran royalti global mencapai USD 55,5 miliar per tahun. Protokol Jakarta ingin menutup celah itu dengan tiga kunci utama:

1. Manajemen Data — sinkronisasi dan verifikasi metadata musik global.

2. Perizinan (License) — sistem lisensi lintas negara yang lebih sederhana.

3. Pelaporan (Reporting) — transparansi dan audit digital untuk setiap transaksi royalti.

Diplomasi Budaya: Indonesia di Garis Depan

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menyebut, diplomasi Indonesia kini tak lagi berhenti di meja politik, tapi juga di panggung budaya.

“Kita ingin dunia tahu: Indonesia tidak hanya kaya karya, tapi juga punya keberanian memperjuangkan keadilan bagi para pencipta. Ini diplomasi yang hidup—diplomasi kreatif,” tegas Havas.

Baca Juga :   Menulis Lagu dan Bermain Film, Maudy Ayunda Rilis Single“Aku yang Engkau Cari"

Menuju forum WIPO Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) di Jenewa, Desember mendatang, Indonesia akan meluncurkan strategi lobi internasional.

Diskusi juga akan digelar dengan para raksasa industri musik dunia seperti Universal Music, Spotify, dan IFPI, agar mendukung penerapan protokol ini secara global.

Menuju Ekosistem Musik yang Berdaulat

DJKI menilai Protokol Jakarta adalah langkah menuju kedaulatan data musik Indonesia, sekaligus fondasi baru bagi industri kreatif yang berkeadilan.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Hukum (BSK) Andry Indrady, Direktur HCDI Agung Damarsasongko, dan Direktur KSPE Yasmon turut hadir dalam pertemuan yang menandai lahirnya inisiatif ini.

“Selama ini, hak pencipta sering tercecer di ruang digital. Kini, kita ingin memastikan setiap nada yang lahir dari negeri ini memiliki identitas dan nilai yang tidak hilang,” ujar Agung.

Baca Juga :   DJKI dan WIPO Mantapkan Kolaborasi Digitalisasi Sistem Merek Nasional

Protokol Jakarta: Harapan Baru dari Selatan Global

Dengan lahirnya Protokol Jakarta, Indonesia menempatkan diri sebagai pelopor tata kelola royalti yang berbasis keadilan dan transparansi digital.

Dari kota yang dikenal dengan kreativitasnya, Indonesia mengirim pesan kuat ke dunia:

“Keadilan bagi pencipta bukan mimpi—ini mandat global yang dimulai dari Jakarta.”

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Royalti Musik dan Keadilan Pencipta: Harapan Baru di Era Tata Kelola LMKN

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID — Tata kelola royalti dalam industri musik tidak semata berbicara...

GSW Pantura Jadi Proyek Strategis Nasional, Pemerintah Siapkan Otorita Khusus

JAKARTA,TERMINALNEWS.ID— Proyek Giant Sea Wall (GSW) di kawasan Pantai Utara (Pantura)...

Polemik LMKN Kembali Mengemuka, LMK Klaim Sistem Royalti Rugikan Pencipta Lagu

JAKARTA,TERMINALNEWS ID— Polemik yang menyeret nama Lembaga Manajemen Kolektif Nasional kembali...

Arca “Mbah Bhelet” Dipindahkan, Fadli Zon Tekankan Penguatan Nilai Budaya Borobudur

MAGELANG,TERMINALNEWS.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri Ritual Ageng Boyongan Mbah...

- A word from our sponsors -