JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Kota Solo akan kembali menjadi tuan rumah ajang kompetisi olahraga internasional 2024.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menginisiasi Indonesia menjadi tuan rumah Asian School Football U 18 Championship yang ke-48 di Kota Bengawan pada 1-10 November mendatang.
Ada lima tim dan empat negara yang berpartisipasi dalam Asian School Football U 18 Championship ini.
Negara yang berpartisipasi adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, dan China.
Adapun satu tim lagi adalah Sri Lanka mundur dan digantikan oleh tim Indonesia Putih, sehingga Indonesia mengirimkan dua tim.
Ketua Panitia Pelaksana, Luhur Dewanthono, mengatakan bahwa mulanya penyelenggara turnamen adalah Qatar.
Namun, negara tersebut mengundurkan diri dan Indonesia mengambil alih penyelenggaraan.
“Tentu kami mau buktikan bahwa Indonesia siap untuk event Internasional,” kata Luhur Dewanthono saat ditemui di kantor Kemenpora, Rabu 30 Oktober 2024.
“Persiapannya dua bulan dan kota Solo juga sudah berkali-kali menyelenggarakan event internasional,” ucapnya menambahkan.
Luhur juga menambahkan bahwa tadinya ada tujuh negara yang berpartisipasi.
Akan tetapi, Arab Saudi dan Timor Leste mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.
Sedangkan Sri Lanka, baru memberikan kabar secara mendadak perihal pengunduran diri mereka.
“Arab Saudi dan Timor Leste sudah mengundurkan diri sejak tuan rumahnya masih Qatar,” tuturnya.
Menariknya, Asian School Football U 18 Championship ini tidak hanya prestasi, tetapi juga pertemanan.
Sebagai event antar pelajar di Asia, turnamen ini bukan hanya pertandingan sepak bola.
“Tidak hanya sekadar pertandingan saja, tetapi juga ada edukasi budaya setempat,” jelas Luhur.
“Nanti di akhir setelah final ada city your ke keraton dan Sangeran lalu ada hiburan juga di Pasar Klewer,” tutupnya.
Pada turnamen ini Indonesia akan turun dengan dua tim, yakni Indonesia Merah dan Indonesia Putih.
Sebanyak 20 pemain Indonesia Merah di Asian School Football U-18 dan bermaterikan pemain dari PPLP, SKO, dan juga klub EPA Liga 1.
Hal serupa juga di Indonesia Putih yang bermaterikan pemain dari PPLP dan SKO.

