BerandaEntertainmentHYENAS Gandeng Pandu Fuzztoni...

HYENAS Gandeng Pandu Fuzztoni di Album Debut “And So It Appears

JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Semua berhak mendapatkan kesempatan kedua”. Kata bijak yang kerap kita dengar di kelas motivasi atau terpapar di stiker laptop.

Sayangnya dunia nyata tidak seindah fiksi. Kesempatan kedua jarang tiba. Dan biasanya, pun, ia datang terlambat.

Iterasi pertama HYENAS bermula di tahun 2014 dan berakhir sekelibat di tengah pergeseran trend musik ketika itu. Mandeg secara personal dan finansial, Hyenas bubar jalan 2017.

Pertautan antara tragedi personal dan ambisi yang belum tertuntaskan, memicu HYENAS kembali berkumpul. Kesempatan kedua ini tidak mereka sia-siakan.

IMG 20250119 WA0011

Setelah hampir satu dekade, akhirnya album perdana rampung sudah. Album …and so it appears.

“Karena memang tujuan kami membentuk Hyenas adalah untuk memiliki karya sendiri” ujar Dicky Reno. Kesamaan visi dari awal, memudahkan proses penggarapan album yang memakan waktu kurang lebih 8 bulan di 411 Studios dan BabaAce Production.
“Hyenas pengen mencoba merasakan sendiri, seperti apa proses rekaman serta produksi.” kata Panji.

Baca Juga :   Bahu Laweyan: Mitos Jawa yang Menjadi Nyawa Film Perempuan Pembawa Sial

Hal tersebut diamini Andika, vokalis sekaligus penanggung jawab departemen lirik, yang turut menambahkan “Kami mencoba menikmati proses. Trial and error dan mengikuti intuisi saat berada di studio.”

Untuk menangani proses mixing dan mastering yang cukup krusial, mengingat adanya sindrom “mixing tidak sesuai genre”, Hyenas memakai jasa Pandu Fuzztoni, musisi sekaligus produser yang memiliki perhatian pada detil dengan ciri khas eksplorasi sound vintage dan psychedelic yang kuat.

Sering mengedepankan elemen fuzz dan reverb untuk menciptakan atmosfer yang kaya dan unik. Sinkronisasi yang dicari oleh Hyenas.
8 lagu terpilih masuk ke album. Termasuk single perdana “Polystyrene”, yang menjadi simbol proses transisi Hyenas dari band yang masih meraba-raba arah musikal mereka, hingga menjadi unit yang solid.

Baca Juga :   Konser Akbar Dewa 19 All Star 2.0 Diundur 6 September 2025

Lagu ini menampilkan aransemen yang unik, obsesi Hyenas pada eksplorasi tangga nada serta ketukan 5/4 untuk memberikan dinamika yang berbeda. Kemudian single “Glucose”, lagu paling ngepop dan singalong yang sempat menduduki posisi pertama di tangga lagu Radio Volare.

IMG 20250119 WA0012

Dan jangan lupakan “Endeavor”, yang setelah proses rekam ulang terdengar lebih intens dibanding versi sebelumnya.

Ketiga single tersebut, memang direkam ulang untuk menghadirkan komposisi album yang kohesif dari awal hingga akhir.

HYENAS – …and so it appears kini dapat dinikmati di seluruh platform streaming digital. Ikuti akun Instagram Hyenas untuk informasi perilisan format fisik dan berita terkait lainnya. (DaBon)

- A word from our sponsors -

spot_img

Most Popular

More from Author

Joseph Erwiyantoro Soal Shin Tae-yong Menilai Indonesia Tak Pernah Kekurangan Pemain Sepakbola Berbakat

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menilai Indonesia...

Patrick Vieira Akui Steven Gerrard Lebih Hebat dari Dirinya

TERMINALNEWS.ID, LONDON - Mantan gelandang Arsenal, Patrick Vieira, secara terbuka mengakui...

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Teladani Kepemimpinan Empat Paus

TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi...

Foto Langka: Saat Persiter Ternate Juara Piala Soeratin 1978 di Era Ali Sadikin

TERMINALNEWS.ID, TERNATE - Sejarah emas sepak bola Maluku Utara kembali terkuak....

- A word from our sponsors -