TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) menjadi perhatian di tengah tantangan pertahanan maritim Indonesia yang semakin kompleks. Salah satu nama yang diperbincangkan adalah Laksamana Madya TNI Hersan, perwira tinggi TNI AL yang memiliki pengalaman di bidang operasional, komando armada, hingga penugasan strategis di lingkungan Istana.
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dicermati dalam pembahasan calon pemimpin TNI AL ke depan. Di tengah dinamika keamanan kawasan, penguatan pertahanan laut membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami kondisi operasional, tetapi juga mampu melihat kebutuhan strategis organisasi secara menyeluruh.
Hersan merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 1994. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah mengemban tugas sebagai komandan kapal perang, di antaranya KRI Diponegoro-365 dan KRI Slamet Riyadi-352.
Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk memahami secara langsung dinamika operasi laut, pengelolaan personel, serta tuntutan kesiapan alutsista dalam mendukung tugas pertahanan negara.
Karier Hersan juga mencakup sejumlah penugasan strategis di luar lingkungan operasional armada. Ia pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014–2016, kemudian dipercaya menjabat Sekretaris Militer Presiden pada 2022–2023.
Setelah itu, Hersan menjabat Panglima Komando Armada III pada 2023–2025. Ia kemudian mengemban amanah sebagai Inspektur Jenderal TNI.
Rentang penugasan tersebut memperlihatkan pengalaman Hersan di berbagai lini, mulai dari kepemimpinan di kapal perang, pengelolaan komando armada, koordinasi di lingkungan kepresidenan, hingga fungsi pengawasan internal TNI.
Soliditas Prajurit
Selain pengalaman kedinasan, Hersan juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan dekat dengan anggota. Karakter tersebut menjadi salah satu sisi kepemimpinan yang dinilai penting dalam membangun komunikasi serta menjaga soliditas personel.
Dalam organisasi militer yang menuntut disiplin dan kesiapsiagaan tinggi, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari ketegasan dalam mengambil keputusan. Kemampuan membangun kepercayaan, memahami kondisi anggota, dan menjaga kekompakan satuan juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.
Kepemimpinan yang mampu memadukan ketegasan dengan komunikasi yang baik dinilai dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang solid, sekaligus menjaga profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pemerhati militer Dar Edi Yoga menilai, tantangan kepemimpinan TNI AL ke depan tidak ringan. Perkembangan situasi keamanan kawasan, upaya menjaga kedaulatan wilayah laut, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penguatan interoperabilitas antarmatra menjadi sejumlah agenda yang membutuhkan perhatian serius.
“Pengalaman Hersan di kapal perang, komando armada, dan penugasan strategis merupakan bagian dari rekam jejak yang relevan untuk dicermati dalam pembahasan calon pemimpin TNI AL,” kata Dar Edi Yoga, Selasa (13/10/2026).
Tantangan Besar Menanti
Meski nama Hersan masuk dalam pembicaraan mengenai calon Kasal, penentuan pimpinan tertinggi TNI AL tetap menjadi kewenangan negara melalui mekanisme yang berlaku. Rekam jejak karier, kapasitas kepemimpinan, kebutuhan organisasi, serta tantangan pertahanan nasional merupakan sejumlah aspek yang patut menjadi pertimbangan.
Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin TNI AL akan menghadapi pekerjaan besar. Penguatan kesiapan armada, modernisasi alutsista, peningkatan profesionalisme prajurit, dan kemampuan merespons dinamika keamanan maritim menjadi bagian dari agenda yang harus terus dikembangkan.
Di tengah posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan, kekuatan TNI AL memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan sekaligus mendukung stabilitas keamanan maritim di kawasan.
Dengan pengalaman penugasan yang mencakup bidang operasional, komando armada, dan jabatan strategis, Hersan menjadi salah satu figur yang rekam jejaknya layak dicermati dalam pembahasan kepemimpinan TNI AL. Namun, tantangan terbesar bagi calon pemimpin Kasal tetap sama, yakni memastikan kekuatan laut Indonesia semakin tangguh, profesional, dan mampu menjawab perkembangan ancaman maritim di masa mendatang.

