TERMINALNEWS.ID, JAKARTA — Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Indonesia. Ketua Umum Serikat Masyarakat Bola Indonesia (SMBI), Habil Marati, meninggal dunia pada Minggu, 27 September 2026, sekitar pukul 15.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.
Kepergian Habil Marati meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar SMBI dan masyarakat sepak bola nasional. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang konsisten memperjuangkan perkembangan sepak bola akar rumput di Indonesia.
Bagi SMBI, Habil bukan sekadar seorang ketua umum, melainkan sosok yang menjadi tempat berdiskusi dan mengadu mengenai berbagai persoalan sepak bola, khususnya pembinaan dan kesejahteraan pelaku sepak bola di tingkat akar rumput.
Habil Marati lahir di Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada 7 November 1962. Perjalanan hidupnya diwarnai perjuangan panjang. Dari pengalaman bekerja sebagai kuli panggul dan tukang cuci piring semasa muda, ia kemudian menapaki karier hingga menjadi politisi, pengusaha, sekaligus tokoh sepak bola nasional.
Di dunia politik, Habil pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 1999-2004 dan Anggota MPR. Ia juga pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum DPP PPP pada era Suryadharma Ali serta Wakil Ketua Umum PPP.
Namun, kiprahnya di dunia sepak bola menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Habil pernah dipercaya sebagai Manajer Tim Nasional Indonesia pada ajang AFF 2012. Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Bidang Perwasitan BWSI periode 2007-2011 dan masuk dalam bursa calon Ketua Umum PSSI pada 2013.
Kecintaannya terhadap sepak bola akar rumput kemudian diwujudkan dengan mendirikan dan memimpin SMBI. Organisasi tersebut menjadi wadah perjuangan untuk mendorong perhatian yang lebih besar terhadap sepak bola rakyat, mulai dari pembinaan usia dini hingga kesejahteraan para pelaku sepak bola di daerah.
Menurut keluarga besar SMBI, Habil selalu mengingatkan bahwa sepak bola bukan semata-mata pertandingan selama 90 menit di stadion. Lebih dari itu, sepak bola menyangkut pembinaan generasi muda, keadilan, serta masa depan para pemain dan pelaku sepak bola di berbagai daerah.
Semangat tersebut pula yang terus ia tanamkan kepada para anggota SMBI dari berbagai penjuru Indonesia. Semboyan Marimoi Ngone Futuru—yang bermakna persatuan dan kebersamaan—menjadi salah satu nilai yang dipegang dalam perjuangan mereka.
Sekretaris Jenderal SMBI, Tommy Rusihan Arief, mengatakan kepergian Habil merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar organisasi dan masyarakat sepak bola Indonesia.
“Kami, Keluarga Besar SMBI, memohonkan doa dari seluruh masyarakat bola Indonesia agar almarhum diampuni segala khilafnya, diterima amal ibadahnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” demikian pernyataan SMBI.
Keluarga besar SMBI juga mengenang Habil sebagai sosok yang telah mengabdikan sebagian hidupnya untuk memperjuangkan sepak bola Indonesia, khususnya dari sisi akar rumput.
Selamat jalan, Habil Marati. Perjuangan untuk sepak bola Indonesia akan dilanjutkan.

