TERMINALNEWS.ID, WASHINGTON – FIFA dilaporkan melakukan perubahan khusus pada penghargaan Player of the Match bagi sejumlah pemain yang tampil di Piala Dunia 2026.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap keyakinan agama para pemain yang berasal dari negara-negara mayoritas Muslim.
Turnamen Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan melibatkan 48 tim peserta dan menghasilkan total 104 penghargaan Player of the Match sepanjang kompetisi berlangsung.
Sejauh ini, penghargaan tersebut telah diberikan kepada sejumlah bintang dunia seperti Lionel Messi, Erling Haaland, Harry Kane, dan Michael Olise. Sementara itu, penyerang tuan rumah Folarin Balogun bahkan telah mengoleksi dua penghargaan.
Penghargaan tersebut ditentukan melalui voting daring oleh para penggemar dan disponsori oleh merek bir Michelob ULTRA. Biasanya, para pemenang menerima trofi usai pertandingan dan berfoto di depan papan latar yang menampilkan logo sponsor.
Namun, FIFA tampaknya menerapkan pendekatan berbeda untuk beberapa pemain tertentu.
Menurut laporan, pemain seperti Ismael Kone, Mahmoud Abunada, dan Yan Diomande menerima penghargaan dengan latar belakang yang tidak menampilkan logo Michelob ULTRA.
Hal serupa juga terjadi pada Ramin Rezaeian, Emam Ashour, Ali Olwan, Ismael Saibari, dan Johan Manzambi.
Sebagai pengganti logo sponsor minuman beralkohol tersebut, papan latar hanya menampilkan tulisan “Superior Player of the Match” bersama lambang resmi Piala Dunia FIFA.
Meski bentuk trofi yang diberikan hampir sama, logo Michelob ULTRA tidak terlihat dalam seremoni penghargaan pemain-pemain tersebut.
Kasus serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2018 ketika penjaga gawang Mesir, Mohamed El-Shenawy, menolak menerima penghargaan Player of the Match yang saat itu disponsori oleh merek bir Budweiser.
El-Shenawy mendapatkan penghargaan tersebut setelah tampil gemilang saat menghadapi Uruguay. Namun, karena alasan keyakinan agama, ia menolak menerima hadiah yang berkaitan dengan sponsor minuman beralkohol. Foto dirinya yang tampak mengangkat tangan sebagai tanda penolakan sempat viral di media sosial.
Di kompetisi lain seperti Premier League, penghargaan pemain terbaik pertandingan juga pernah berupa sebotol minuman beralkohol. Beberapa pemain Muslim, termasuk Yaya Toure, diketahui menolak hadiah tersebut.
Kini, penghargaan yang diberikan di Premier League telah diubah menjadi trofi biasa, sementara perayaan gelar juara untuk pemain Muslim kerap menggunakan minuman non-alkohol sebagai pengganti sampanye.
FIFA selama ini memiliki kontrak sponsor bernilai sangat besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia. Meski nilai kerja sama antara FIFA dan Michelob ULTRA tidak diungkapkan secara resmi, sponsor utama turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut umumnya bernilai puluhan hingga ratusan juta dolar AS atau setara ratusan miliar hingga triliunan rupiah.
Sebagai gambaran, dengan kurs sekitar Rp16.300 per dolar AS, nilai sponsor sebesar US$100 juta setara sekitar Rp1,63 triliun.
Hingga kini, FIFA dan Michelob ULTRA belum memberikan komentar resmi terkait perbedaan tampilan penghargaan Player of the Match untuk sejumlah pemain tersebut.
Langkah FIFA ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan komersial dengan penghormatan terhadap latar belakang budaya dan agama para pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia 2026.


