JAKARRA,TERMINALNEWS.ID— Di tengah kemegahan Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) yang penuh sejarah, ratusan penyandang disabilitas menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menciptakan keindahan. Di sanalah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Festival Seni bagi Penyandang Disabilitas Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2025, Selasa (5/8).
Festival dua hari ini menjadi panggung inklusif yang mengusung semangat keberagaman dan kesetaraan. Bertajuk “Semangat Berkarya Seni dalam Menyongsong 500 Tahun Kota Jakarta”, acara ini tak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol komitmen Jakarta menuju kota global yang ramah bagi semua warganya.
“Seni adalah bahasa universal. Ia melampaui batas fisik dan menjadi medium bagi siapa pun untuk menyampaikan semangat, imajinasi, dan potensi. Karya-karya luar biasa dari anak-anak disabilitas hari ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berkarya,” tutur Rano dalam sambutannya, disambut tepuk tangan hangat dari para peserta dan pendamping.
Inklusivitas Tak Hanya di Atas Panggung
Lebih dari sekadar perayaan seni, Festival ini adalah representasi konkret dari visi Jakarta sebagai kota inklusif. Rano Karno menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghadirkan ruang setara bagi penyandang disabilitas, tidak hanya di bidang seni, tetapi juga dalam aspek pendidikan, pekerjaan, transportasi, hingga layanan publik.
“Kami ingin memastikan bahwa Jakarta adalah kota yang memberikan ruang bagi semua. Termasuk mereka yang selama ini kurang mendapat panggung,” tambahnya.
Ratusan Peserta, Ratusan Cerita Inspiratif
Festival yang digelar atas kerja sama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Suku Dinas Kebudayaan ini melibatkan ratusan peserta dari SLB dan komunitas umum. Para peserta berkompetisi dalam tiga kategori utama:
Tari Kreasi Daerah: Diikuti oleh 110 peserta dalam kelompok 7–10 oran
Lomba Menggambar: 25 peserta
Lomba Solo Vokal: 19 peserta
Tak hanya perlombaan, pengunjung juga dimanjakan dengan pameran karya seni dari hasil pelatihan penyandang disabilitas serta bazaar UMKM yang menampilkan produk kreatif dari lima wilayah kota.
Setiap karya yang dipamerkan membawa cerita—tentang perjuangan, keberanian, dan keinginan untuk diakui sebagai bagian utuh dari masyarakat.
Lebih dari Festival, Ini Tentang Masa Depan yang Setara
Festival ini bukan sekadar ajang selebrasi tahunan. Bagi banyak peserta, ini adalah kesempatan langka untuk tampil, didengar, dan dihargai. Bagi Rano Karno, momentum ini adalah pengingat bahwa pembangunan Jakarta tidak boleh meninggalkan siapa pun.
“Kita sedang menata masa depan Jakarta sebagai kota global. Dan kota global sejati adalah kota yang inklusif—yang memberi ruang kepada semua warganya, tanpa kecuali,” tutup Rano dengan nada optimis.
Festival Seni Disabilitas 2025 bukan hanya tentang seni, tapi tentang bagaimana kota ini melihat warganya: dengan kesetaraan, keberanian, dan penghargaan yang layak.|Foto :Istimewa.


