BANDUNG, TERMINALNEWS.ID – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong kebangkitan UMKM di Indonesia.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Kerja Koordinasi Nasional (RAKERKORNAS) ke-34 Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang digelar di Kota Bandung, Selasa (5/8).
Menteri Maman menilai sinergi strategis dengan APINDO dapat menjadi kunci dalam mengakselerasi pertumbuhan UMKM agar naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
“Kehadiran saya di sini merupakan bentuk dukungan sekaligus harapan besar kepada APINDO. Kita butuh kolaborasi nyata dari para pelaku usaha yang telah memiliki banyak pengalaman untuk bersama-sama membesarkan UMKM Indonesia,” ujar Maman.

Tiga Fokus Utama Pemerintah untuk UMKM
Dalam paparannya, Menteri UMKM menekankan tiga isu strategis yang menjadi fokus pemerintah saat ini, yakni:
-
Percepatan perizinan dan sertifikasi, termasuk sertifikasi halal dan izin BPOM.
-
Akses pembiayaan yang inklusif, tidak hanya melalui skema formal pemerintah tetapi juga kolaborasi dengan pelaku usaha sebagai mitra bisnis maupun angel investor.
-
Perluasan akses pasar, termasuk membuka peluang ekspor dengan menjaga kualitas dan keberlanjutan produk UMKM.
“Kami sedang mendorong percepatan proses legalitas agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat, baik di pasar domestik maupun internasional,” jelas Maman.

Ia juga menyambut baik peran APINDO sebagai jembatan untuk menjalin kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM, termasuk dalam program pendampingan dan pembiayaan.
Peluang UMKM di Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Menteri UMKM turut menyoroti program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar bagi pelaku UMKM untuk masuk dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan bergizi. Program ini dinilai bisa membuka peluang luas bagi UMKM lokal di berbagai daerah untuk berkembang.
“UMKM bisa ambil bagian dalam program strategis ini, tentu dengan memperhatikan kontrol kualitas dan keberlanjutan pasokan. Kita tidak hanya bicara ekspor, tapi juga bicara mutu dan sustainabilitas,” tegasnya.

APINDO Siap Perkuat Peran UMKM Melalui Kolaborasi
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani menyambut positif ajakan kolaborasi dari pemerintah. Ia menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi UMKM saat ini.
“Kami hadir untuk menjembatani dan membantu menyusun peta jalan, memberikan masukan teknis, serta membangun sinergi antara sektor usaha dan UMKM,” ujar Shinta.
Shinta juga memperkenalkan program APINDO UMKM Merdeka, sebuah inisiatif pemberdayaan yang telah hadir di 17 provinsi dan melibatkan lebih dari 1.000 mahasiswa serta perguruan tinggi.

“Program ini bertujuan mendorong UMKM berperan aktif dalam diplomasi ekonomi global, memperluas partisipasi ekspor, dan mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok nasional melalui kolaborasi yang kuat,” tambahnya.
UMKM sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Menteri Maman berharap kemitraan strategis antara pemerintah dan APINDO dapat terus diperkuat agar UMKM Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi pilar utama ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri.


