LONDON, TERMINALNEWS.ID – Mantan bintang kultus Erik Lamela membagikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatannya dari ranjang rumah sakit, setahun setelah mengumumkan pensiun mengejutkan di usia 33 tahun.
Pemain yang pernah mencatatkan 257 penampilan bersama Tottenham Hotspur itu dikenal sebagai sosok penting dalam skuad Lilywhites di masanya. Namun, sepanjang delapan tahun berkarier di London Utara, Lamela juga harus melewatkan hampir 100 pertandingan akibat berbagai cedera.
Karier Lamela memang diwarnai sejumlah masalah kebugaran, termasuk saat memperkuat klub-klub seperti River Plate, AS Roma, dan Sevilla FC. Dari sekian banyak cedera, gangguan kronis pada bagian pinggul menjadi faktor utama yang akhirnya memaksanya gantung sepatu lebih cepat.
Dalam unggahan di media sosial pada Rabu (waktu setempat), Lamela mengungkapkan bahwa ia harus terus menjalani perawatan intensif bahkan setelah pensiun. Ia juga membagikan video kondisi kakinya yang masih dibalut plester serta hasil rontgen pasca operasi pinggul.

“Sedikit terasa sakit, tetapi dengan pinggul baru ini, semoga prostesis ini menjadi awal kehidupan tanpa rasa sakit. Salam untuk semuanya, terima kasih kepada mereka yang selalu menulis,” tulis Lamela.
Meski harus melalui masa pemulihan yang tidak mudah, mantan pemain timnas Argentina itu tetap menunjukkan sikap optimistis. Sepanjang karier profesionalnya, Lamela mencatatkan total 487 penampilan dan meraih sejumlah prestasi, termasuk menjuarai Liga Europa bersama Sevilla pada 2023 serta memenangkan FIFA Puskas Award pada 2021 berkat gol rabona ikoniknya ke gawang Arsenal.
Lamela sebelumnya mengumumkan pensiun pada tahun lalu akibat cedera pinggul kronis yang terus memburuk. Dalam pernyataannya saat itu, ia mengungkapkan besarnya pengorbanan yang harus dilakukan demi tetap bermain di level tertinggi.
“Setelah operasi berjalan dengan baik, saya diberi tambahan empat tahun karier. Mereka mengatakan kondisi saya akan memburuk seiring waktu, dan itulah yang saya alami sekarang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun harus mengandalkan berbagai metode pemulihan, mulai dari fisioterapi intensif hingga suntikan rutin demi bisa tampil maksimal di lapangan.
“Selama lima tahun, saya harus mengonsumsi obat sebelum setiap pertandingan agar bisa bermain dalam kondisi terbaik. Sekarang saya memutuskan untuk mengakhiri semua ini; semua pengorbanan ini selesai,” tutup Lamela.
Sebagai catatan, Lamela sempat menjadi salah satu pemain termahal dalam sejarah Tottenham saat didatangkan dari AS Roma pada 2013 dengan nilai transfer sekitar €30 juta (sekitar Rp520 miliar dengan kurs saat itu).


