JAKARTA,TERMINALNEWS.ID – Channel Dangdut Indonesia (CDI TV) memasuki tahun keenam kiprahnya di industri penyiaran nasional. Saluran televisi musik dangdut ini tetap konsisten mengudara dari Aceh hingga Papua melalui parabola K-Vision serta layanan internet FirstMedia, MyRepublic, dan Oxygen.
CDI TV didirikan pada 12 Desember 2019 oleh praktisi pertelevisian Andy Harianto, bersama almarhum Yoesyono dan pengusaha studio broadcast Herwien Wahab. Sebelumnya, Andy dikenal sukses membangun dan mempopulerkan DMC TV pada 2013–2017.
Dalam perbincangan dengan Bois Famous Maker di kawasan Bintaro, Andy dan Herwien memaparkan perjalanan CDI TV yang tetap solid di tengah kompetisi industri penyiaran.
“Sejak awal mengudara, CDI TV memang fokus pada musik dangdut. Genre ini punya basis massa yang sangat kuat dan tersebar di seluruh provinsi, hingga kota-kota kecil dan wilayah pedalaman,” ujar Andy yang kini menjabat Direktur Utama CDI TV.
Siaran 24 Jam dan Ragam Program Unggulan
CDI TV hadir 24 jam non-stop di K-Vision dan dikenal sebagai saluran televisi berbayar yang menyajikan konten dangdut terpopuler. Berbagai program unggulannya antara lain:
Asyiknya Dangdut,Campursari Millennial,Bollywood Music Video,Tarling Maning,Salam Dangdut Koplo Bro!,D Cover,Irama Qolbu,Musik Gado-Gado
Program-program tersebut menjadi identitas CDI TV dalam menghadirkan hiburan musik khas Indonesia.
Tantangan dan Ketahanan di Masa Pandemi
Perjalanan enam tahun CDI TV tidak lepas dari tantangan. Herwien mengenang masa pandemi Covid-19 sebagai periode tersulit.
“Waktu pandemi melanda, CDI TV masih sangat muda. Kami harus terseok-seok untuk bertahan, tapi syukurlah semua bisa terlewati,” ungkapnya.
Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat fondasi operasional dan kreatif CDI TV.
Arah Baru: Kolaborasi dan Revolusi Konten
Memasuki masa depan, CDI TV tengah menyiapkan langkah-langkah pengembangan berbasis tren masyarakat dan teknologi. Andy menyebut banyak inovasi yang sedang disiapkan.
“Tunggu tanggal mainnya. CDI TV akan tampil lebih revolusioner sebagai pelopor TV musik dangdut di Indonesia. Kami tetap setia menyapa massa dangdut di seluruh Tanah Air,” tegas Andy.
Ia menambahkan, CDI TV saat ini dapat dinikmati oleh sekitar 13 juta pemirsa melalui jaringan parabola K-Vision.


