JAKARTA, TERMINALNEWS.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas komitmennya dalam mendukung pelayanan calon jemaah haji.
Pemprov Jambi diketahui telah mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lebih dari Rp40 miliar untuk menunjang kebutuhan jemaah, khususnya transportasi menuju asrama haji dan embarkasi Batam.
Saat ini, calon jemaah haji asal Jambi masih diberangkatkan melalui embarkasi Batam. Kondisi ini membuat jemaah harus menanggung biaya tambahan, mulai dari perjalanan dari daerah ke asrama haji di Jambi hingga penerbangan menuju Batam.
Marwan menjelaskan, jika biaya tersebut ditanggung secara pribadi, setiap jemaah bisa mengeluarkan lebih dari Rp10 juta hanya untuk mencapai asrama haji dan embarkasi.
“Ini angka yang sangat besar. Jika tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, tentu akan memberatkan jemaah. Karena itu, kami sangat mengapresiasi langkah Gubernur Jambi yang peduli terhadap calon jemaah haji,” ujarnya.
Lebih lanjut, Komisi VIII DPR RI mendorong adanya peningkatan fasilitas di daerah, termasuk peluang pengembangan bandara di Jambi agar dapat berfungsi sebagai embarkasi haji. Namun, rencana tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan panjang landasan pacu (runway) dan anggaran.
Ke depan, DPR RI berencana membahas persoalan ini bersama pemerintah dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengalihan embarkasi ke lokasi yang lebih dekat, jika infrastruktur memungkinkan.
“Ini menjadi perhatian bersama. Jika infrastrukturnya memadai, tentu akan membantu jemaah dari sisi efisiensi biaya dan kenyamanan,” tegas Marwan.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pelayanan haji harus terus ditingkatkan, terutama dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah Indonesia yang diharapkan mampu memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji ke depan.
Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji 2026. Berbagai persiapan, mulai dari aspek teknis hingga pelayanan jemaah, termasuk manasik, telah dilakukan secara maksimal.
Meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Al Haris menegaskan bahwa pelayanan haji tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Kami berkomitmen, selama ini untuk kebaikan umat Jambi, kami akan terus berupaya meringankan beban jemaah haji. Walaupun ada efisiensi, pelayanan tetap kami pertahankan,” ujar Al Haris.


