-
SMK Angkasa 1 Margahayu mengunci gelar juara GYC 2026 Free Fire dengan torehan 148 poin dan Booyah penentu pada game kedelapan.
-
Selain dana pendidikan Rp30 juta, para pemain berkesempatan memperoleh beasiswa kuliah 100 persen di Universitas Nasional serta tiket menuju Play-ins FFNS 2027 Spring.
TERMINALNEWS.ID, JAKARTA – Penampilan impresif langsung mengantarkan SMK Angkasa 1 Margahayu, Kabupaten Bandung, meraih gelar juara Garena Youth Championship (GYC) 2026 Free Fire. Dalam debutnya di kompetisi tersebut, tim asal Jawa Barat ini berhasil keluar sebagai kampiun setelah meraih Booyah penentu pada game kedelapan babak Grand Finals yang berlangsung di UNAS Auditorium, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
SMK Angkasa 1 menutup pertandingan dengan mengumpulkan 148 poin, sekaligus mengungguli sejumlah tim unggulan lainnya. SMAN 15 Makassar harus puas di posisi kedua dengan 137 poin, disusul SMAN 2 Barabai di peringkat ketiga dengan 119 poin dan SMKN 1 Talaga di posisi keempat dengan 115 poin.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa bagi SMK Angkasa 1. Pasalnya, mereka langsung menyabet gelar juara pada keikutsertaan pertama di ajang esports antarpelajar tersebut.

Tim SMK Angkasa 1 diperkuat empat pemain, yakni Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani. Bagi mereka, kemenangan ini merupakan buah dari perjuangan panjang setelah berulang kali mengikuti turnamen offline maupun babak kualifikasi, tetapi belum berhasil meraih hasil maksimal.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung perjalanan kami sampai akhirnya berhasil meraih juara. Perjuangan kami sampai titik ini tidak mudah. Berkali-kali ikut turnamen offline dan kualifikasi, kami selalu gagal. Namun, berkat doa semua pihak, hari ini kami berhasil menjadi juara. Terima kasih kepada orang tua, guru, dan pembimbing yang mendukung kami,” ujar Muhammad Ramdani, salah satu pemain SMK Angkasa 1.
Kemenangan tersebut turut disaksikan langsung oleh Ega Oktavian, guru pendamping SMK Angkasa 1 yang hadir untuk memberikan dukungan sekaligus membimbing para siswa selama mengikuti kompetisi. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan dan sikap profesional para pemain, baik di dalam maupun di luar pertandingan.
Raih Dana Pendidikan dan Beasiswa Kuliah
Prestasi sebagai juara GYC 2026 Free Fire tidak hanya memberikan kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga membuka kesempatan pendidikan bagi para pemain. SMK Angkasa 1 berhak mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp30 juta serta kesempatan memperoleh beasiswa kuliah 100 persen di Universitas Nasional (UNAS).
Apresiasi pendidikan juga diberikan kepada tim-tim terbaik lainnya. Peraih posisi kedua mendapatkan dana pendidikan dan kesempatan beasiswa kuliah sebesar 70 persen dari UNAS, sedangkan peringkat ketiga memperoleh beasiswa sebesar 50 persen. Sementara itu, seluruh tim finalis lainnya mendapatkan fasilitas bebas biaya formulir pendaftaran di universitas tersebut.
Kesempatan para pemain SMK Angkasa 1 untuk berprestasi juga belum berhenti. Berkat kemenangan ini, mereka mendapatkan golden ticket menuju babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring. Tiket tersebut membuka peluang bagi para pelajar untuk menguji kemampuan dan bersaing di jenjang kompetisi Free Fire yang lebih tinggi.
Selain itu, empat tim terbaik, yakni SMK Angkasa 1, SMAN 15 Makassar, SMAN 2 Barabai, dan SMKN 1 Talaga, juga berkesempatan kembali bertanding menghadapi pelajar dari negara-negara Asia Tenggara dalam GYC Free Fire Asia Invitational 2026 mendatang.
GYC 2026 Free Fire merupakan bagian dari program Garena Goes to School yang bertujuan mendorong perkembangan ekosistem esports positif di kalangan pelajar. Program ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat di bidang esports, sekaligus menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik.
Penyelenggaraan turnamen ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, serta Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI). Rangkaian kompetisi turut didukung oleh AXIS, Delbis, dan ShopeePay sebagai sponsor.
di Game Kedelapan Jadi Penentu Kemenangan
Gelar juara yang diraih SMK Angkasa 1 tidak didapatkan dengan mudah. Babak Grand Finals GYC 2026 Free Fire menggunakan format Champion Rush, format kompetisi yang juga digunakan dalam sejumlah turnamen esports profesional.
Dalam format ini, tim harus terlebih dahulu mengumpulkan minimal 80 poin untuk mendapatkan status Champion Rush. Setelah memenuhi syarat tersebut, tim harus meraih Booyah pada game berikutnya untuk mengunci gelar juara.

SMK Angkasa 1 sebenarnya sudah menunjukkan dominasinya sejak awal pertandingan. Mereka bahkan menjadi tim pertama yang mencapai status Champion Rush setelah game keempat dengan koleksi 91 poin.
Namun, pertandingan belum berakhir. Sejumlah tim pesaing terus memberikan perlawanan dan silih berganti meraih Booyah hingga game ketujuh. Kondisi ini membuat persaingan semakin ketat karena semakin banyak tim yang berhasil memenuhi syarat Champion Rush dan memiliki peluang untuk menjadi juara.
Memasuki game kedelapan, tercatat tujuh tim sudah berstatus Champion Rush. Artinya, siapa pun dari ketujuh tim tersebut berpeluang mengangkat trofi apabila berhasil mendapatkan Booyah. SMK Angkasa 1 pun harus menghadapi persaingan ketat, terutama dari SMAN 15 Makassar yang saat itu memimpin klasemen sementara.
Pertandingan penentuan di map NexTerra berlangsung sengit. SMK Angkasa 1 memilih bermain objektif dengan memperhitungkan setiap pergerakan dan jalur rotasi. Strategi tersebut membuat mereka mampu bertahan hingga zona akhir dan berhadapan dengan SMK Kesatrian Purwokerto serta SMAN 2 Barabai, yang juga berstatus Champion Rush.
Pada momen krusial tersebut, SMK Angkasa 1 mampu membaca situasi dengan baik. Mereka memanfaatkan duel antara SMAN 2 Barabai dan SMK Kesatrian Purwokerto yang menguras banyak resource kedua tim.
Meski berhasil memenangkan duel tersebut, SMAN 2 Barabai harus menghadapi zona akhir dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Mereka terlambat melakukan rotasi menuju zona aman yang sudah dikuasai SMK Angkasa 1 dengan kekuatan penuh, yakni empat pemain.
Sebaliknya, SMAN 2 Barabai hanya menyisakan tiga pemain. Keunggulan jumlah pemain dan posisi membuat SMK Angkasa 1 mampu mengendalikan pertempuran terakhir dan menyingkirkan lawannya.
Booyah di game kedelapan pun menjadi penentu. SMK Angkasa 1 resmi keluar sebagai juara GYC 2026 Free Fire sekaligus menutup debut mereka di kompetisi tersebut dengan pencapaian membanggakan.
Ega Oktavian, guru pendamping tim Free Fire SMK Angkasa 1, mengungkapkan kebanggaannya atas perjuangan para siswa hingga berhasil membawa pulang gelar juara.
“Sebagai guru, kami sangat bangga melihat perjalanan dan perjuangan mereka akhirnya berbuah juara dan bisa membawa nama baik sekolah. Semoga prestasi ini bisa mendorong siswa dan siswi lainnya untuk turut berprestasi lewat minat dan bakat masing-masing sambil selalu bertanggung jawab dan disiplin dalam belajar,” ujar Ega.
Prestasi SMK Angkasa 1 Margahayu menjadi bukti bahwa esports dapat menjadi ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, membangun kerja sama tim, serta meraih prestasi di luar bidang akademik.
Untuk mengikuti perkembangan dan informasi terbaru seputar Free Fire, kunjungi akun resmi Facebook, YouTube, Instagram, TikTok, serta situs resmi Free Fire Indonesia.
Pemain juga dapat mengunduh Free Fire melalui Apple App Store dan Google Play Store.
Tentang Garena
Garena merupakan developer dan publisher game global terkemuka. Free Fire, game mobile bergenre battle royale yang dikembangkan sendiri oleh Garena, tercatat sebagai salah satu game mobile paling banyak diunduh di dunia. Menurut Sensor Tower App Performance Insights, Free Fire menjadi game mobile battle royale paling banyak diunduh selama tujuh tahun berturut-turut. Game ini juga menjadi salah satu game mobile paling banyak diunduh di dunia sejak 2019.
Garena dijalankan oleh para pemain game yang memiliki pemahaman mendalam terhadap hal-hal yang digemari komunitas gamer. Garena juga menerbitkan berbagai judul game populer secara eksklusif di sejumlah pasar global, termasuk Arena of Valor dan Call of Duty: Mobile.
Melalui game, Garena menghadirkan hiburan sekaligus pengalaman sosial yang memungkinkan komunitas pemain berpartisipasi dan saling berinteraksi. Garena juga dikenal sebagai penyelenggara berbagai ajang esports terkemuka di dunia.
Garena merupakan bagian dari Sea Limited (NYSE: SE), perusahaan teknologi global yang memiliki sejumlah unit bisnis, termasuk Shopee di sektor e-commerce dan Monee di bidang layanan keuangan digital. Misi Sea adalah meningkatkan kehidupan masyarakat dan usaha kecil melalui teknologi.

