TERMINALNEWS.ID, LONDON – Mantan wasit Premier League, Graham Barber, menilai VAR melakukan kesalahan besar saat tidak memberikan hadiah penalti kepada Liverpool dalam pertandingan melawan Arsenal di Anfield, Minggu. Ia menegaskan bahwa pelanggaran terhadap Alexander Isak seharusnya berujung tendangan penalti.
Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin dari markas Liverpool, Anfield, untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Kemenangan tersebut diraih berkat gol Kai Havertz pada babak pertama.
Namun, hasil pertandingan berpotensi berbeda apabila Liverpool mendapatkan hadiah penalti setelah Alexander Isak diduga dilanggar bek Arsenal, Jurrien Timber.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-21. Sebuah umpan diarahkan ke kotak penalti Arsenal untuk disambut Isak. Penyerang asal Swedia itu berusaha melompat untuk menyundul bola, tetapi gagal menjangkaunya.
Dalam tayangan ulang terlihat Timber menarik bagian belakang jersey Isak hingga membuat sang penyerang kehilangan keseimbangan dan berpotensi menghambat pergerakannya untuk menyambut umpan tersebut.
Wasit Andy Madley tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran. VAR kemudian melakukan peninjauan, tetapi memutuskan tidak ada pelanggaran yang cukup untuk memberikan penalti kepada Liverpool.
Keputusan tersebut langsung menuai kritik dari sejumlah pengamat sepak bola di studio Sky Sports, termasuk Jamie Carragher dan Daniel Sturridge. Keduanya menilai Liverpool seharusnya mendapatkan tendangan penalti.
Carragher bahkan mempertanyakan alasan Isak harus terjatuh secara dramatis agar mendapatkan perhatian wasit.
“Penyerang dengan salah satu kemampuan mencetak gol terbaik di liga ditarik bajunya saat berada sekitar tujuh yard dari gawang, dan hal itu membuatnya tidak bisa menyundul bola. Mengapa dia harus melebih-lebihkan insiden tersebut? VAR, lakukan tugas kalian,” ujar Carragher dalam tayangan Sky Sports.
Liverpool Seharusnya Mendapat Penalti
Kritik terhadap keputusan VAR juga datang dari mantan wasit Premier League, Graham Barber. Berbicara secara eksklusif kepada GIVEMESPORT, Barber sepakat bahwa keputusan untuk tidak memberikan penalti kepada Liverpool merupakan sebuah kesalahan.
Menurutnya, insiden penarikan jersey seperti yang dialami Isak seharusnya bisa dinilai secara lebih tegas oleh perangkat pertandingan.
“Ini benar-benar situasi yang aneh. Pertama, kita melihat beberapa kejadian pada akhir pekan ini ketika pemain tidak mengajukan protes atau meminta penalti, sesuatu yang rasanya tidak biasa terjadi dalam sepak bola saat ini,” kata Barber.
“Hal lain yang menarik adalah soal penarikan jersey. Sepertinya tidak ada yang benar-benar tahu apakah sebuah tarikan jersey dianggap sebagai pelanggaran atau bukan. Pada zaman saya menjadi wasit, jika seorang pemain menarik jersey lawan, hukumannya adalah kartu kuning. Jadi, aturannya cukup sederhana.”
Barber menilai Isak seharusnya mendapatkan penalti karena tarikan yang dilakukan Timber berdampak langsung terhadap kemampuannya menjangkau bola.
“Menurut saya, itu adalah penalti. Saya juga sangat terkejut Isak tidak menunjukkan reaksi lebih jauh terhadap insiden tersebut. Dalam pandangan saya, tarikan jersey itu kemungkinan besar membuatnya gagal menjangkau bola untuk melakukan sundulan,” lanjutnya.
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan VAR seharusnya membantu wasit memperbaiki keputusan yang keliru di lapangan, bukan justru membiarkan pelanggaran yang terlihat jelas berlalu begitu saja.
“Saya selalu menjadi pendukung wasit yang mengambil keputusan langsung di lapangan. Namun, ketika keputusan itu salah, menurut saya, itulah fungsi VAR,” tegas Barber.
“Saya rasa Jamie Carragher benar. Ian Wright juga tepat ketika mengatakan bahwa pemain seharusnya tidak perlu melebih-lebihkan atau mendramatisasi setiap insiden hanya untuk mendapatkan keputusan yang menguntungkan mereka.”
“Itu jelas merupakan tarikan jersey. Saya akan sangat terkejut jika wasit melihat kejadian tersebut secara langsung tetapi tidak memberikan penalti. Sama halnya, saya juga tidak benar-benar memahami mengapa VAR tidak menganggapnya sebagai pelanggaran penarikan jersey dan mengapa penalti tidak diberikan,” pungkasnya.
Keputusan tersebut kini menjadi salah satu kontroversi dalam pertandingan Liverpool kontra Arsenal. Meski demikian, hasil akhir tetap menguntungkan The Gunners yang sukses membawa pulang tiga poin dari Anfield.

