TERMINALNEWS.ID, LONDON — Mantan penyerang Aston Villa, Dean Saunders, mengkritik keputusan klub merekrut Alejandro Garnacho pada bursa transfer musim panas.
Saunders mengaku bukan penggemar pemain asal Argentina tersebut, terutama karena menilai Garnacho perlu meningkatkan sikap, konsistensi, dan etos kerjanya.
Aston Villa mendatangkan Garnacho dari Chelsea dengan status pinjaman pada musim panas 2026. Kesepakatan tersebut dilaporkan memiliki klausul kewajiban pembelian bersyarat yang dapat dipicu apabila sejumlah kondisi terpenuhi.
Garnacho sebelumnya bergabung dengan Chelsea dari Manchester United dengan nilai transfer £40 juta. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp22.000 per pound, nilai transfer tersebut setara sekitar Rp880 miliar.
Kepindahan ke Villa menjadi kesempatan baru bagi pemain berusia 22 tahun itu setelah sebelumnya meninggalkan Manchester United dan kemudian Chelsea.
Namun, awal perjalanan Garnacho di Villa Park belum berjalan sesuai harapan. Dari tujuh pertandingan yang tersedia, ia baru tampil dalam tiga pertandingan dengan total 31 menit bermain. Garnacho belum mencatatkan gol maupun assist.
Penampilan terakhirnya terjadi pada 5 September saat menghadapi Hull City. Setelah itu, ia lebih banyak berada di bangku cadangan dan belum kembali mendapatkan kesempatan bermain.
Dean Saunders Tak Terpukau dengan Bakat Garnacho
Saunders menilai Villa mengambil keputusan yang cukup mengejutkan dengan merekrut Garnacho. Menurut mantan pemain Villa tersebut, kemampuan teknis seorang pemain bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan di level tertinggi.

“Kalau jujur, saya bukan penggemar Alejandro Garnacho dan sikapnya. Lihat saja apa yang terjadi dengannya di Manchester United,” ujar Saunders kepada Svea Casino.
Saunders mengatakan dirinya lebih menghargai pemain yang konsisten, bekerja keras, dan mampu membantu tim dalam berbagai situasi pertandingan.
Menurutnya, pemain dengan kemampuan teknis luar biasa belum tentu lebih berharga dibandingkan pemain yang selalu memberikan performa stabil setiap pekan.
Ia mencontohkan Jamie Lawrence, mantan rekan setimnya di Bradford City, sebagai pemain yang menurutnya memiliki etos kerja tinggi.
“Beberapa pemain mungkin tidak memiliki bakat seperti Garnacho, tetapi saya lebih terkesan kepada pemain yang datang setiap pekan, memberikan performa tujuh dari 10, bekerja keras dalam bertahan dan memberikan kualitas di sepertiga akhir lapangan,” kata Saunders.
“Kerja keras yang konsisten itulah yang membuat Anda dibayar.”
Emery Minta Garnacho Bersabar
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, sebelumnya juga memberikan pesan kepada Garnacho agar terus bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan bermain.
“Terus bekerja. Bekerja, bekerja, berlatih, bekerja,” kata Emery.
Emery menjelaskan bahwa Garnacho masih harus bersabar karena saat ini terdapat sejumlah pemain yang berada di depannya dalam persaingan mendapatkan tempat di tim utama.
“Ketika mendapat menit bermain, cobalah bermain dengan baik. Dia berkembang, tetapi saat ini kami memiliki pemain di depannya,” ujar Emery.
Emery juga menyebut beberapa pemain muda Villa, termasuk George Hemmings dan Alysson, sedang memberikan kontribusi positif sehingga persaingan di lini depan semakin ketat.
Menurut Emery, Garnacho sedikit tertinggal karena sejumlah situasi yang terjadi selama pramusim. Karena itu, ia meminta pemain asal Argentina tersebut bersabar dan terus beradaptasi.
Rekor Garnacho di Premier League
Meski sedang kesulitan mendapatkan tempat di Aston Villa, Garnacho memiliki catatan cukup produktif di Premier League.
Sepanjang kariernya di kompetisi tersebut, ia telah mencatat 120 penampilan, dengan 72 kali menjadi starter. Garnacho mengoleksi 17 gol dan 14 assist dari total 6.644 menit bermain.
Bakatnya juga pernah terlihat ketika masih memperkuat Manchester United. Salah satu momen paling menonjol adalah gol spektakulernya melalui tendangan salto ketika menghadapi Everton.
Namun, kritik Saunders menunjukkan bahwa tantangan Garnacho di Aston Villa bukan sekadar soal kemampuan teknis. Ia kini dituntut membuktikan konsistensi dan etos kerja agar kembali menjadi pilihan utama di klub Premier League.
Dengan kesepakatan pinjaman yang disertai kewajiban pembelian bersyarat, perkembangan Garnacho di bawah asuhan Emery juga akan menjadi perhatian dalam menentukan kelanjutan kariernya di Villa Park.

