MANCHESTER, TERMINALNEWS.ID – Manchester United kembali menelan kekecewaan besar musim ini setelah tersingkir dari FA Cup 2025. Kekalahan dari Brighton & Hove Albion di putaran ketiga memicu emosi pelatih interim Darren Fletcher, yang terlihat terlibat adu argumen panas dengan wasit Simon Hooper usai laga di Old Trafford.
Brighton tampil efektif dengan mencetak dua gol penting. Brajan Gruda membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah memanfaatkan kemelut di kotak penalti, sebelum mantan striker MU Danny Welbeck menggandakan skor di babak kedua. Manchester United sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Benjamin Sesko, namun gagal menyamakan kedudukan hingga peluit akhir dibunyikan.
Statistik mencatat, ini menjadi pertama kalinya sejak musim 1981/82 Manchester United tersingkir di laga perdana FA Cup dan Carabao Cup dalam satu musim.
Ketegangan memuncak pada menit-menit akhir pertandingan. Pemain muda Shea Lacey diusir wasit setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-89. Keputusan tersebut membuat Fletcher berang dan langsung menghampiri Simon Hooper seusai laga.
Dalam wawancara pascalaga bersama TNT Sports, Fletcher menjelaskan alasan kemarahannya.
“Pertama, soal injury time. Minimal lima menit, tapi ada banyak kejadian di waktu tambahan yang seharusnya membuat pertandingan berjalan lebih lama,” ujar Fletcher.
Ia juga menilai kartu kuning pertama yang diterima Lacey tidak layak diberikan.
“Pelanggaran pertama Shea Lacey bukan kartu kuning. Saya tidak mengerti bagaimana pemain Brighton di babak pertama tidak mendapatkan kartu, sementara kami justru lebih banyak,” tegasnya.
“Jika dibandingkan dengan pelanggaran yang kami terima sepanjang laga, kartu kuning Shea itu benar-benar konyol. Akhirnya dia melakukan kesalahan kecil dan langsung dikartu merah. Menurut saya, itu keputusan wasit yang buruk,” tambah Fletcher.
Kekalahan ini menambah tekanan di Old Trafford. Masa depan Darren Fletcher sebagai pelatih interim Manchester United pun masih belum jelas. Laporan menyebutkan bahwa manajemen MU sedang mengintensifkan pembicaraan dengan Ole Gunnar Solskjaer untuk menjadi pelatih caretaker hingga akhir musim, sebelum menunjuk pengganti permanen Ruben Amorim pada musim panas mendatang.
Mantan gelandang Manchester United, Owen Hargreaves, memberikan pembelaan terhadap Shea Lacey. Menurutnya, kartu merah tersebut merupakan bagian dari proses belajar pemain muda.
“Saya merasa kasihan padanya. Dia mungkin sedikit malu. Kartu kuning pertama wajar karena dia mencoba membuat sesuatu terjadi,” kata Hargreaves.
“Yang kedua itu murni frustrasi. Dia masih 18 tahun. Hal seperti ini harus dipelajari, apalagi saat sudah mengantongi kartu kuning,” lanjutnya.
Hargreaves menegaskan bahwa kartu merah tersebut tidak akan mendefinisikan karier Lacey.
“Tidak ada tekanan untuknya. Dia pemain muda berbakat dan justru menjadi salah satu pemain terbaik MU saat masuk. Dia tipe pemain yang membuat penonton berdiri dari kursinya,” tutup Hargreaves.
Penampilan singkat Shea Lacey melawan Brighton semakin menegaskan besarnya potensi talenta muda asal Liverpool tersebut. Meski harus menjalani skorsing, Lacey diprediksi akan kembali dengan motivasi besar untuk membuktikan diri bersama Manchester United.


